Beranda / Nasional

Prabowo Setujui Pembentukan Satgas Kuala Atasi Pendangkalan Sungai Pascabencana Sumatra

Prabowo Setujui Pembentukan Satgas Kuala Atasi Pendangkalan Sungai Pascabencana Sumatra
Prabowo Setujui Pembentukan Satgas Kuala Atasi Pendangkalan Sungai Pascabencana Sumatra

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala atas usulan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Satgas tersebut akan difokuskan pada pengerukan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akibat timbunan lumpur di wilayah terdampak bencana, sekaligus mengolah air berlumpur menjadi air bersih.

Persetujuan itu disampaikan Prabowo saat rapat terbatas di lokasi hunian sementara yang dibangun Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Kamis (1/1/2026). Dalam rapat tersebut, Sjafrie memaparkan strategi pengerukan sungai-sungai yang bermuara ke laut guna mengangkat endapan lumpur di dasar sungai dan mempermudah mobilisasi alat berat melalui jalur air.

Baca juga:

“Ada pemikiran dari kami dengan TNI bahwa Sungai Tamiang, sebagai satu contoh, yang sekarang mengalami pendangkalan. Sungai Tamiang itu bisa bermuara, bisa berasal dari laut,” ujar Sjafrie dikutip dari Channel YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/1/2026).

Dia menjelaskan, pengerukan sungai akan dilakukan bersamaan dengan upaya mendekatkan alat berat ke wilayah daratan terdampak bencana agar proses pembersihan dapat berjalan lebih efektif.

“Kita lakukan dua kegiatan sekaligus, satu adalah pendalaman, satu yang membawa alat berat, sehingga dia bisa masuk sampai ke (dekat daratan), sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya. Ini upaya besar yang harus kita kerjakan,” kata Sjafrie.

Baca juga:

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita terkait rencana operasi pengerukan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya akan dilaksanakan di Aceh Tamiang, tetapi juga di daerah lain yang memiliki permasalahan serupa.

“Tidak hanya di Tamiang, tetapi di Bireuen juga harus kita kerjakan. Jadi, di Aceh kita lakukan itu. Kita lihat lagi, kalau ada di Sibolga, umpamanya. Jadi, dari laut kita sudah lakukan pendalaman sampai ke sungai sehingga kapal tidak perlu lagi taruh alat berat digendong pakai jalur darat, tetapi dia langsung ke titik terdekat,” kata Sjafrie.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Prabowo. Dia menyatakan normalisasi kuala atau muara sungai memang menjadi kebutuhan mendesak di banyak daerah dan telah disampaikan pula oleh sejumlah kepala daerah sebelumnya.

Baca juga:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Prabowo Setujui Pembentukan Satgas Kuala Atasi Pendangkalan Sungai Pascabencana Sumatra

Prabowo Setujui Pembentukan Satgas Kuala Atasi Pendangkalan Sungai Pascabencana Sumatra
Prabowo Setujui Pembentukan Satgas Kuala Atasi Pendangkalan Sungai Pascabencana Sumatra

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala atas usulan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Satgas tersebut akan difokuskan pada pengerukan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akibat timbunan lumpur di wilayah terdampak bencana, sekaligus mengolah air berlumpur menjadi air bersih.

Persetujuan itu disampaikan Prabowo saat rapat terbatas di lokasi hunian sementara yang dibangun Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Kamis (1/1/2026). Dalam rapat tersebut, Sjafrie memaparkan strategi pengerukan sungai-sungai yang bermuara ke laut guna mengangkat endapan lumpur di dasar sungai dan mempermudah mobilisasi alat berat melalui jalur air.

Baca juga:

“Ada pemikiran dari kami dengan TNI bahwa Sungai Tamiang, sebagai satu contoh, yang sekarang mengalami pendangkalan. Sungai Tamiang itu bisa bermuara, bisa berasal dari laut,” ujar Sjafrie dikutip dari Channel YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/1/2026).

Dia menjelaskan, pengerukan sungai akan dilakukan bersamaan dengan upaya mendekatkan alat berat ke wilayah daratan terdampak bencana agar proses pembersihan dapat berjalan lebih efektif.

“Kita lakukan dua kegiatan sekaligus, satu adalah pendalaman, satu yang membawa alat berat, sehingga dia bisa masuk sampai ke (dekat daratan), sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya. Ini upaya besar yang harus kita kerjakan,” kata Sjafrie.

Baca juga:

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita terkait rencana operasi pengerukan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya akan dilaksanakan di Aceh Tamiang, tetapi juga di daerah lain yang memiliki permasalahan serupa.

“Tidak hanya di Tamiang, tetapi di Bireuen juga harus kita kerjakan. Jadi, di Aceh kita lakukan itu. Kita lihat lagi, kalau ada di Sibolga, umpamanya. Jadi, dari laut kita sudah lakukan pendalaman sampai ke sungai sehingga kapal tidak perlu lagi taruh alat berat digendong pakai jalur darat, tetapi dia langsung ke titik terdekat,” kata Sjafrie.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Prabowo. Dia menyatakan normalisasi kuala atau muara sungai memang menjadi kebutuhan mendesak di banyak daerah dan telah disampaikan pula oleh sejumlah kepala daerah sebelumnya.

Baca juga:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *