Realita.ID – Kendal, Joglo Jateng – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, belum punya gedung KDMP Karangsari Kendal manfaatkan ruangan kecamatan untuk usaha. Hingga saat ini, koperasi yang telah beroperasi hampir setahun masih menggunakan ruangan kosong milik kecamatan sebagai tempat untuk menjalankan aktivitas usaha mereka.
Kondisi ini terjadi karena KDMP belum memiliki kapasitas untuk menyewa tempat secara mandiri. Modal yang dimiliki koperasi saat ini sepenuhnya bersumber dari iuran para anggotanya, tanpa adanya suntikan dana dari pemerintah. Ketua KDMP, Yuniati, menjelaskan bahwa koperasi ini mulai beroperasi sejak September 2025 dengan awalnya memiliki 28 anggota, dan kini telah berkembang menjadi sekitar 37 anggota.
“Kami masih memanfaatkan ruangan kosong milik Kecamatan Kendal. Kami belum mampu untuk menyewa tempat,” ucap Yuniati pada Selasa, 2 September 2025.
Baca juga: Inovasi Serikat Petani Pati: Produksi Pupuk Nitrobacter untuk Mengembalikan Kesuburan Tanah
Dalam menjalankan operasionalnya, koperasi ini mengandalkan modal mandiri dari anggota. Setiap anggota dikenakan iuran pokok sebesar Rp100 ribu dan iuran wajib sebesar Rp10 ribu setiap bulan. Dengan modal tersebut, KDMP Karangsari mulai menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, mi instan, gula, minuman, hingga gas LPG.
Pengadaan barang dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan modal yang tersedia serta kebutuhan anggota koperasi. Untuk kebutuhan gas LPG, koperasi telah menjalin kerja sama dalam pengadaan, namun pembelian dilakukan dengan sistem tunai. Yuniati menjelaskan bahwa mereka harus memiliki tabung gas sendiri sebelum melakukan pengisian, dan saat ini, mereka belum mampu untuk mengantar barang, sehingga anggota harus mengambil barang secara langsung ke lokasi koperasi.
“Kalau gas, kami harus punya tabung sendiri. Setelah itu baru membeli isinya. Untuk mengantar juga belum mampu, sehingga anggota mengambil langsung ke sini,” jelasnya.
Meski dalam keterbatasan, semangat anggota koperasi untuk membangun usaha tetap tinggi. Yuniati berharap, ke depannya KDMP Karangsari dapat memiliki gedung sendiri agar aktivitas usaha dapat berjalan lebih lancar dan memberikan manfaat lebih besar bagi anggota serta masyarakat sekitar.
Dengan keberadaan KDMP, diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat di Kelurahan Karangsari. Usaha koperasi ini adalah contoh nyata bagaimana komunitas dapat saling mendukung dan berusaha meski dalam keterbatasan.

