Olahraga

Ben Chilwell dan Jejaknya di Sepak Bola: Dari Leicester ke Chelsea hingga Menjadi Sorotan

Ben Chilwell dan Jejaknya di Sepak Bola: Dari Leicester ke Chelsea hingga Menjadi Sorotan
Ben Chilwell dan Jejaknya di Sepak Bola: Dari Leicester ke Chelsea hingga Menjadi Sorotan

Realita.ID – Nama Ben Chilwell kembali mencuat dalam perbincangan sepak bola Eropa. Bek kiri asal Inggris itu kini dikaitkan dengan sejumlah klub besar, termasuk Newcastle United, Crystal Palace, dan Ipswich Town, meski rumor terbaru lebih banyak menyoroti masa lalunya yang gemilang bersama Chelsea dan Leicester City. Chilwell, yang kini berusia 29 tahun, telah menjadi salah satu bek kiri paling mahal dalam sejarah setelah kepindahannya dari Leicester ke Chelsea pada 2020 dengan harga €50,2 juta. Namun, perjalanan kariernya tidak selalu mulus.

Chilwell memulai karier profesionalnya di Leicester City, klub yang dikenal memiliki akademi produktif. Ia menembus tim utama pada 2015 dan langsung menunjukkan kualitasnya sebagai bek kiri modern yang cepat, kuat dalam bertahan, serta mampu membantu serangan. Penampilannya yang konsisten membuat Chelsea kepincut dan memboyongnya pada musim panas 2020. Bersama The Blues, Chilwell langsung menjadi andalan di bawah asuhan Thomas Tuchel dan turut mengantarkan Chelsea meraih gelar Liga Champions pada musim pertamanya.

Baca juga:

Sayangnya, musim 2021-22 menjadi titik balik yang pahit. Chilwell mengalami cedera ligamen anterior cruciatum (ACL) yang membuatnya absen panjang. Sejak saat itu, performanya tidak pernah kembali ke level terbaik. Meski demikian, ia tetap tercatat sebagai salah satu bek kiri termahal dalam sejarah sepak bola, bersanding dengan nama-nama seperti Lucas Hernandez, Marc Cucurella, dan Benjamin Mendy. Pada 2025, Chilwell dijual ke klub saudara Chelsea, Strasbourg, menandai berakhirnya kiprahnya di Stamford Bridge.

Kiprah Chilwell di Leicester City juga menjadi bagian penting dari sejarah klub. Ia adalah salah satu produk akademi yang berhasil menembus tim utama sebelum akhirnya dijual dengan harga tinggi. Hal ini sejalan dengan tradisi Leicester yang terus melahirkan talenta-talenta baru. Nama-nama seperti Harvey Barnes, Kiernan Dewsbury-Hall, dan yang terbaru Louis Page adalah bukti bahwa akademi Leicester tetap menjadi pemasok pemain berkualitas. Bahkan, bek muda Serigne Afia Ndao, yang saat ini menimba ilmu di Be Sport Academy, disebut-sebut memiliki potensi seperti Ben Chilwell oleh mantan pelatih Chelsea U21, Mark Robinson.

Baca juga:

Robinson, yang pernah melatih Chilwell di Chelsea, menilai bahwa Afia Ndao memiliki kualitas yang mirip dengan Chilwell, Levi Colwill, dan Trevor Chalobah. “Serigne Afia memiliki kualitas dalam menguasai bola, tinggi badan, dan kehadiran fisik yang mengesankan. Ia berada di jalur yang sama dengan pemain seperti Ben Chilwell,” ujarnya. Pernyataan ini semakin menegaskan bahwa nama Ben Chilwell tetap menjadi tolok ukur bagi bek kiri muda di Inggris.

Di sisi lain, karier kepelatihan juga menjadi perhatian. Ed Brand, mantan pelatih Chelsea yang menghabiskan 17 tahun di klub, mengungkapkan filosofinya tentang sepak bola. “Saya ingin tim saya menekan dengan intensitas tetapi cerdas. Sepak bola bukanlah robot, pemain harus bisa mengambil keputusan,” katanya. Brand, yang juga pernah menjadi mentor pemain pinjaman, termasuk mungkin Chilwell, kini siap menjadi pelatih kepala. Pengalamannya di Chelsea, termasuk bekerja dengan pemain-pemain top, memberinya wawasan berharga tentang pengembangan pemain seperti Chilwell.

Baca juga:

Meski karier Chilwell kini berlanjut di Prancis bersama Strasbourg, namanya tetap dikenang di Inggris. Ia adalah contoh pemain yang mencapai puncak lalu diuji oleh cedera, namun tetap memiliki tempat di hati para penggemar. Banyak yang berharap Chilwell bisa kembali ke performa terbaiknya dan membuktikan bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi. Dengan usianya yang masih 29 tahun, peluang itu masih terbuka lebar.

Sebagai penutup, perjalanan Ben Chilwell adalah cerminan dinamika sepak bola modern: bakat, harga mahal, cedera, dan ketangguhan mental. Dari Leicester ke Chelsea, dari puncak Eropa hingga tantangan baru, Chilwell telah menunjukkan bahwa dedikasi dan kerja keras adalah kunci. Kini, ia menjadi inspirasi bagi generasi muda, termasuk mereka yang bercita-cita mengikuti jejaknya sebagai bek kiri kelas dunia.

Mungkin Anda Suka