Peristiwa

Lewati Terowongan Sempit, Warga Bandung Kesulitan Bawa Jenazah ke Pemakaman

Lewati Terowongan Sempit, Warga Bandung Kesulitan Bawa Jenazah ke Pemakaman
Lewati Terowongan Sempit, Warga Bandung Kesulitan Bawa Jenazah ke Pemakaman

Realita.ID – Warga di Bandung, Jawa Barat, harus lewati terowongan sempit saat membawa jenazah ke pemakaman. Kondisi ini viral di media sosial dan menuai keluhan karena akses yang terbatas. Terowongan sepanjang sekitar 50 meter dengan tinggi tak lebih dari 2 meter itu menjadi satu-satunya jalur dari permukiman warga menuju area pemakaman. Akibatnya, prosesi penguburan menjadi sulit dan menyita tenaga ekstra.

Pantauan di lokasi pada Selasa (29/9) sore menunjukkan bahwa jalur di ujung kampung telah menggunakan paving block. Namun, warga yang hendak menuju pemakaman tetap harus lewati terowongan gelap dan sempit tersebut. Keberadaan terowongan itu membuat warga kesulitan membawa keranda jenazah. Meski begitu, jalur tersebut saat ini lebih banyak digunakan warga untuk menuju area persawahan, sementara akses utama masih menggunakan Jalan Rancabolang.

Baca juga:

Arif, salah seorang warga, mengatakan bahwa jalan tersebut sebelumnya lebih leluasa dilalui sebelum kawasan perumahan dibangun. “Tadinya mah jalan setapak biasa, bisa dilalui juga. Tapi kan sekarang ada perumahan, jadi jalannya ketutup,” ujarnya. Ia berharap ada solusi dari pihak terkait agar akses menuju pemakaman bisa kembali nyaman, terutama saat ada warga yang meninggal.

Fenomena ini menjadi perhatian publik setelah diunggah di media sosial. Banyak netizen menyayangkan kondisi tersebut dan mendesak pemerintah daerah untuk mencarikan jalan keluar. Pembangunan perumahan di sekitar lokasi dianggap telah memutus akses tradisional warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengembang maupun pemerintah setempat.

Baca juga:

Di sisi lain, semangat untuk lewati berbagai rintangan juga ditunjukkan oleh atlet dan tokoh nasional. Pada ajang Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, berhasil lewati rekor Asian Games dengan catatan waktu 4,62 detik pada babak kualifikasi Men’s Speed 4. Ia mengungguli peraih emas Olimpiade 2024, Veddriq Leonardo, yang finis kelima dengan waktu 4,78 detik. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.

Sementara itu, di dunia sepak bola, kapten Manchester United, Bruno Fernandes, juga berhasil lewati rekor assist terbanyak Liga Inggris dalam satu musim. Assist ke-21 yang ia catatkan saat melawan Brighton & Hove Albion membuatnya melampaui torehan Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Pencapaian ini menegaskan peran sentral Fernandes dalam kebangkitan Setan Merah musim 2025/26.

Baca juga:

Kembali ke Bandung, kondisi terowongan yang sempit dan gelap sangat tidak layak untuk prosesi pemakaman. Warga berharap ada perbaikan akses, misalnya dengan membangun jalur alternatif yang lebih lebar atau menerangi terowongan. Pemerintah Kota Bandung diharapkan segera turun tangan menangani masalah ini. Jangan sampai warga harus terus lewati rintangan saat mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir.

Kesimpulannya, peristiwa viral di Bandung ini menjadi cerminan bahwa pembangunan infrastruktur harus memperhatikan aksesibilitas warga, termasuk untuk keperluan darurat seperti pemakaman. Di saat yang sama, semangat untuk lewati batas juga ditunjukkan oleh atlet dan pesepakbola nasional. Semoga semua pihak dapat mengambil pelajaran dan mencari solusi terbaik.

Mungkin Anda Suka