Realita.ID – PATI, Joglo Jateng – Kekeringan yang melanda Kabupaten Pati semakin mengkhawatirkan. BPBD Catat 15 Desa di Pati Dilanda Kekeringan Pengiriman Air Bersih Terus Digenjot, dengan sejumlah desa mengalami dampak signifikan. Desa-desa tersebut tersebar di berbagai kecamatan seperti Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Gabus, Kayen, dan Sukolilo.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa data kekeringan ini diperoleh dari permintaan bantuan air bersih yang diajukan oleh desa-desa yang terimbas. Untuk mengatasi situasi ini, BPBD mulai mengirimkan bantuan air bersih secara rutin setiap hari. Sebanyak tiga armada truk tangki air, masing-masing dengan kapasitas 5.000 liter, dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah terdampak.
Martinus menambahkan, “Tiga armada yang digunakan untuk dropping bantuan air bersih. Jadi setiap hari kurang lebih kemampuan BPBD di angka 20.000 liter setiap hari,” ujarnya. Pengiriman air bersih ini merupakan langkah cepat untuk mencegah krisis air di desa-desa yang membutuhkan.
Pihak BPBD tidak bekerja sendiri dalam misi ini. Mereka juga mendapatkan dukungan dari berbagai instansi, termasuk Polresta Pati, TNI, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati. Martinus mengungkapkan, “Kami juga dibantu dari jajaran kepolisian yang secara rutin juga mengirimkan bantuan air bersihnya. Kemudian PMI juga sudah mulai mengirimkan bantuan air bersih.”
Dengan puncak musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung pada bulan September dan Oktober, Martinus memperkirakan jumlah desa yang mengalami kekeringan berpotensi bertambah. “Sampai saat ini dan ini nanti akan terus kita tingkatkan semakin mendekati bulan September dan Oktober. Bantuan yang akan mendukung tugas pokok kami pemenuhan kebutuhan dasar air bersih kepada masyarakat,” tambahnya.
Kekeringan ini tentu saja berdampak besar bagi masyarakat di desa-desa yang terkena. Beberapa warga mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk minum, memasak, maupun kebutuhan pertanian. Situasi ini memaksa mereka untuk bergantung pada bantuan yang diberikan oleh pemerintah dan relawan.
Dari hasil pantauan BPBD, kondisi sungai-sungai di sekitar wilayah Pati juga menunjukkan penurunan debit air yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa potensi kekeringan dapat mengancam lebih banyak desa jika tidak ada langkah penanganan yang cepat dan tepat. Oleh karena itu, BPBD berkomitmen untuk terus meningkatkan pengiriman air bersih demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, beberapa organisasi masyarakat dan relawan juga turut ambil bagian dalam membantu distribusi air bersih. Kerjasama ini diharapkan mampu mempercepat penanganan krisis air yang dihadapi masyarakat Pati. Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga penggunaan air secara bijak selama masa kekeringan ini.
Dengan situasi yang semakin mengkhawatirkan, semua pihak diharapkan dapat bersatu untuk menghadapi masalah kekeringan ini. BPBD Catat 15 Desa di Pati Dilanda Kekeringan Pengiriman Air Bersih Terus Digenjot, menjadi langkah nyata yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat setempat.

