Olahraga

Qinwen Zheng Melaju, Shang Juncheng Tantang Zverev di China Open 2026

Realita.ID – Petenis tuan rumah Qinwen Zheng memulai kampanye China Open 2026 dengan kemenangan dramatis atas rekan senegaranya, Shi Han, dalam pertandingan sesama pemain China yang sangat dinantikan. Bertanding di National Tennis Center, Beijing, pada Kamis (1/10/2026), Qinwen Zheng harus melewati tiga set sebelum menang 7-6 (6), 4-6, 6-2. Kemenangan ini menjadi pembuka yang penting bagi peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut, meski ia mengakui penampilannya belum sepenuhnya optimal.

“Saya tidak dalam performa terbaik di awal pertandingan dan butuh waktu lebih lama untuk menemukan ritme. Saya terlalu terburu-buru di set pertama dan kedua. Namun di set ketiga, saya bisa membaca pertandingan lebih baik dan mengeksekusi strategi dengan lebih efektif,” ujar Qinwen Zheng usai laga. Shi Han, yang berstatus qualifier, sempat menyelamatkan empat set point di tiebreak set pertama sebelum akhirnya menyerah. Ia sempat memaksa set ketiga, tetapi Qinwen Zheng kembali mengendalikan permainan.

Baca juga:

Kemenangan ini membawa Qinwen Zheng ke babak kedua menghadapi unggulan ke-15 asal Rusia, Anna Kalinskaya. Menariknya, Kalinskaya juga tampil impresif di US Open dengan mengalahkan Elina Svitolina sebelum kalah dari Emma Navarro. “Saya ingin memainkan tenis saya sendiri tanpa menargetkan hasil spesifik. Hanya dengan proses yang baik kita bisa mendapatkan akhir yang baik,” tambah Qinwen Zheng. Ia juga menyebut bahwa pertandingan melawan Shi Han adalah derby China, dan kini ia menantikan laga melawan pemain asing di mana dukungan penonton akan sepenuhnya menjadi miliknya.

Sementara itu, dari sektor putra, bintang muda China Shang Juncheng sukses mencuri perhatian setelah bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Sebastian Baez dari Argentina 5-7, 6-3, 7-5. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Shang di China Open dan mengantarkannya ke babak kedua melawan unggulan teratas, Alexander Zverev. “Di babak berikutnya, saya akan menghadapi salah satu pemain terbaik saat ini. Saya merasa terhormat dan bersemangat, dan saya yakin akan banyak penggemar yang mendukung kami. Saya akan memberikan segalanya,” kata Shang.

Zverev sendiri melaju ke babak kedua setelah mengatasi perlawanan Cameron Norrie 7-6 (1), 6-4. Meski mengaku belum dalam kondisi terbaik karena baru dua hari berada di China, petenis Jerman peringkat dua dunia itu tetap puas dengan performanya. “Saya tidak bisa mengeluh. Saya tidak melakukan return sebaik yang saya pikirkan, tapi secara keseluruhan ini pertandingan yang bagus,” ujar Zverev. Laga antara Shang dan Zverev diprediksi berlangsung sengit, mengingat Shang sedang dalam momentum positif.

Baca juga:

Di sisi lain, ajang Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, juga menyajikan kisah menarik dari cabang tenis putri. China memastikan medali emas setelah Zhang Shuai dan Wang Xiyu melaju ke final sesama pemain China. Zhang, yang tampil di Asian Games keempatnya, mengalahkan unggulan kedua dari Kazakhstan, Yulia Putintseva, 6-4, 6-2. “Dia lawan yang sangat tangguh, dan saya selalu kesulitan mengalahkannya. Saya bangga dengan cara saya bermain hari ini. Setiap kali, saya merasa ini mungkin Asian Games terakhir saya. Tapi lihat, saya di sini lagi. Jadi jangan pernah membatasi diri sendiri. Selama Anda punya mimpi dan menjaga hati tetap muda, tidak ada kata terlambat,” kata Zhang.

Di semifinal lainnya, Wang Xiyu harus bangkit dari ketertinggalan 0-5 dan kehilangan set pertama sebelum akhirnya menundukkan bintang muda Filipina, Alexandra Eala, 3-6, 6-3, 6-2. Kekalahan ini membuat Eala harus puas dengan medali perunggu, mengulangi pencapaiannya di Asian Games 2023 di Hangzhou, di mana ia juga kalah di semifinal dari Qinwen Zheng yang saat itu menjadi juara. Eala, yang kini berperingkat 18 dunia, mengaku kecewa namun tetap bangga bisa mewakili negaranya. “Banyak poin bagus, banyak momen sulit bagi saya. Pada akhirnya, dia bermain lebih baik. Saya harus duduk dan memikirkannya,” ujar Eala.

Bagi Qinwen Zheng, tekanan sebagai tuan rumah dan favorit juara tentu tidak ringan. Namun, kemenangan atas Shi Han menunjukkan mentalitas juara yang dimilikinya. Ia juga telah menunjukkan konsistensi dengan mencapai perempat final US Open sebagai qualifier bulan lalu. Di China Open, Qinwen Zheng berpeluang besar melanjutkan langkah jika mampu mengatasi Kalinskaya. Pertemuan mereka dijadwalkan pada 3 Oktober 2026 di National Tennis Center, Beijing.

Baca juga:

Dengan berbagai hasil ini, peta persaingan tenis Asia dan dunia semakin menarik. Sementara Qinwen Zheng terus menjadi ikon tenis China, generasi muda seperti Shang Juncheng dan Wang Xiyu juga mulai menunjukkan taringnya. Ajang China Open dan Asian Games 2026 menjadi panggung pembuktian bagi para petenis untuk bersinar di level internasional.

Keberhasilan Qinwen Zheng melaju ke babak kedua China Open 2026 tidak hanya menjadi kabar baik bagi penggemar tenis China, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu petenis putri terbaik dunia saat ini. Dengan determinasi dan kualitas permainannya, ia berpotensi besar melangkah jauh di turnamen ini. Sementara itu, duel Shang Juncheng melawan Zverev akan menjadi ujian berharga bagi petenis muda China tersebut. Semua mata akan tertuju pada aksi mereka di lapangan.

Mungkin Anda Suka