Daftar Isi
Realita.ID – Pencarian wartawan yang hilang kontak saat liputan Anak Krakatau [titlebase] masih menjadi misteri setelah 20 hari berlalu. Muhammad Bagus Khoirunnas, pewarta foto LKBN Antara, bersama empat jurnalis lain dan dua kru kapal, belum ditemukan sejak speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak pada Senin (7/9) sore di perairan Selat Sunda. Upaya pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan terus dilakukan, namun hasilnya masih nihil. Keluarga pun mulai mengikhlaskan kemungkinan terburuk, sementara harapan akan keajaiban tetap menyala.
Kronologi Kehilangan
Bagus berangkat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang meningkat pada akhir pekan. Sang istri, Desi Permatasari, mengenang bagaimana suaminya meminta izin kuliah untuk meliput. “Hari Sabtu itu sebenarnya Bagus masih ada kuliah. Cuma karena dia melihat erupsinya semakin meningkat, dia memutuskan untuk izin kuliah,” tuturnya. Bagus bersama rekan-rekannya menyusuri perairan Selat Sunda untuk mengabadikan aktivitas gunung. Namun, perjalanan itu berakhir tragis ketika speedboat mereka hilang kontak.
Upaya Pencarian dan Temuan
Tim SAR gabungan terus menyisir perairan Selat Sunda. Hingga hari ke-20, baru jenazah Surakman, kru kapal Arupadathu 1, yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Pencarian wartawan yang hilang kontak saat liputan Anak Krakatau [titlebase] melibatkan berbagai pihak, termasuk PFI Pusat yang memperkuat koordinasi SAR. Sayangnya, kondisi cuaca dan medan yang sulit menjadi tantangan besar.
Hoaks yang Beredar
Di tengah pencarian, beredar kabar bohong di media sosial. Sebuah unggahan Facebook pada 19 September 2026 mengklaim lima jurnalis ditemukan terdampar di Pulau Seribu. Cek Fakta Liputan6.com menelusuri menggunakan Google Lens dan menemukan foto identik yang diunggah Lombok.inews.id berjudul “PFI Pusat Perkuat Koordinasi SAR Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau” yang tayang 9 September 2026. Klaim tersebut dipastikan hoaks. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi palsu yang dapat mengganggu proses pencarian.
Shalat Gaib dan Harapan Keluarga
Pada Minggu (27/9/2026), keluarga menggelar shalat gaib di Masjid Al Ikhlas Pondok Parumasan Indah, Serang. Ayah Bagus, Mansyur Suryana, mengatakan shalat gaib digelar atas permintaan keluarga. “Ya semoga diterima iman Islamnya, khusnul khotimah. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan tempat yang mulia, surga Firdaus,” ujarnya. Keluarga telah berusaha mengikhlaskan, namun tetap berharap Bagus ditemukan selamat. “Tapi kalau masih ada selamat, alhamdulillah. Ya mudah-mudahan ada keajaiban saja dari Allah,” tambah Mansyur.
Wali Kota Serang Mengunjungi Keluarga
Wali Kota Serang Budi Rustandi turut mengunjungi keluarga Bagus di Pondok Parumasan Indah, Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan, pada Selasa (29/9). Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga yang tengah berduka. Pencarian wartawan yang hilang kontak saat liputan Anak Krakatau [titlebase] masih menjadi perhatian publik, mengingat profesi jurnalis memiliki risiko tinggi dalam menjalankan tugas.
Pencarian Terus Berlanjut
Hingga kini, tim SAR gabungan belum menyerah. Mereka terus menyisir perairan Selat Sunda dan sekitar Pulau Enggano. Pencarian wartawan yang hilang kontak saat liputan Anak Krakatau [titlebase] melibatkan teknologi canggih dan personel terlatih. Semua pihak berharap keajaiban terjadi, meski harapan semakin tipis setelah 20 hari berlalu.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan jurnalis dalam meliput bencana alam. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan pencarian segera membuahkan hasil.






