Ekonomi

Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg, Tertinggi Sepanjang Tahun 2026

Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg, Tertinggi Sepanjang Tahun 2026
Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg, Tertinggi Sepanjang Tahun 2026
Daftar Isi
  1. Pemicu di Balik Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg
  2. Perbandingan Harga Komoditas Pangan Lainnya
  3. Dampak bagi Konsumen dan Pelaku Usaha Kuliner
  4. Proyeksi dan Harapan ke Depan

Realita.ID – Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg menjadi sorotan publik setelah Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat lonjakan dramatis pada komoditas yang kerap dijuluki si “cabai setan” tersebut. Per Kamis, 1 Oktober 2026, harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional menembus angka Rp101.550 per kilogram, sebuah level yang membuat banyak konsumen dan pelaku usaha kuliner mengeluh.

Kenaikan ini bukanlah fenomena sehari dua hari. Selama beberapa pekan terakhir, harga cabai terus merangkak naik secara konsisten, meninggalkan harga normal yang biasanya berkisar jauh di bawah angka Rp100 ribu per kilogram. Pantauan PIHPS yang dikelola Bank Indonesia pada pukul 10.30 WIB menunjukkan bahwa lonjakan ini terjadi hampir merata di berbagai daerah, meskipun dengan intensitas yang berbeda-beda.

Baca juga:

Pemicu di Balik Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg

Meskipun data resmi mengenai penyebab pasti belum dirilis secara lengkap, pola kenaikan harga cabai rawit merah biasanya berkaitan erat dengan gangguan pasokan di sentra produksi. Faktor cuaca ekstrem, serangan hama, hingga keterlambatan masa panen sering menjadi biang keladi mahalnya komoditas hortikultura ini. Selain itu, tingginya permintaan pasar yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok turut memperparah situasi.

Kondisi Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg ini pun berdampak langsung pada pedagang pasar tradisional. Mereka mengaku kesulitan menjual dagangan karena daya beli masyarakat menurun. Banyak konsumen yang akhirnya mengurangi pembelian atau beralih ke jenis cabai lain yang lebih murah, meski dengan konsekuensi cita rasa yang berbeda.

Perbandingan Harga Komoditas Pangan Lainnya

Untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pasar pangan nasional, berikut data harga sejumlah komoditas strategis per 1 Oktober 2026 berdasarkan pantauan PIHPS:

Komoditas Harga (per kg/liter)
Cabai Rawit Merah Rp101.550
Cabai Rawit Hijau Rp70.650
Cabai Merah Keriting Rp71.450
Cabai Merah Besar Rp59.400
Bawang Merah Rp37.750
Bawang Putih Rp38.700
Telur Ayam Ras Rp29.150
Daging Ayam Ras Segar Rp40.750
Daging Sapi Kualitas I Rp152.450
Gula Pasir Premium Rp19.950
Minyak Goreng Curah Rp20.400

Dari tabel di atas terlihat bahwa cabai rawit merah jauh melampaui harga komoditas pangan lainnya, bahkan hampir menyamai harga daging sapi kualitas I. Perbandingan ini menegaskan betapa mahalnya Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg bagi kantong masyarakat.

Dampak bagi Konsumen dan Pelaku Usaha Kuliner

Bagi rumah tangga, mahalnya cabai rawit merah memaksa mereka melakukan penyesuaian anggaran belanja. Banyak ibu rumah tangga yang mengaku mengurangi porsi sambal atau menggantinya dengan cabai kering sebagai alternatif. Sementara itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner, terutama penjual makanan pedas, merasakan tekanan biaya produksi yang signifikan.

  • Pedagang ayam geprek dan seblak mengaku terpaksa menaikkan harga jual atau mengurangi porsi cabai.
  • Warung makan sederhana mulai mengurangi stok cabai mentah untuk sambal.
  • Konsumen beralih ke cabai bubuk atau saus kemasan yang harganya lebih stabil.

Pemerintah daerah di berbagai wilayah diimbau untuk segera melakukan operasi pasar guna menekan laju inflasi pangan. Langkah ini dinilai penting agar Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg tidak berlangsung lama dan tidak memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya.

Proyeksi dan Harapan ke Depan

Pengamat pertanian menilai bahwa fluktuasi harga cabai rawit merah merupakan siklus tahunan yang sering terjadi menjelang akhir tahun. Namun, lonjakan hingga menembus Rp101 ribu per kilogram kali ini terbilang ekstrem. Diperlukan intervensi dari hulu ke hilir, mulai dari perbaikan tata niaga, penguatan cadangan pangan, hingga dukungan bagi petani agar produksi tetap stabil.

Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin harga cabai rawit merah akan terus meroket dan memperburuk daya beli masyarakat. Semua pihak berharap agar pasokan kembali normal dalam waktu dekat sehingga harga cabai rawit kembali ke level yang wajar.

Secara keseluruhan, lonjakan Harga Cabai Rawit Kesetanan Tembus Rp101 Ribu per Kg menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan nasional masih menghadapi tantangan besar. Kolaborasi antara pemerintah, petani, distributor, dan konsumen sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga pangan strategis. Tanpa langkah nyata, mahalnya cabai rawit merah hanya akan menjadi awal dari gejolak harga komoditas lainnya di masa mendatang.

Mungkin Anda Suka