Realita.ID – Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kembali menorehkan babak baru dalam karier kenegaraannya. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kapolri dan digantikan oleh Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Listyo kini dipercaya untuk memimpin Kantor Staf Presiden (KSP). Keputusan ini menandai Listyo Pimpin KSP Gantikan Dudung Abdurachman, sebuah transisi kepemimpinan di lembaga yang memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja Presiden.
Kabar mengenai penunjukan ini disampaikan langsung oleh Listyo saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis. Dengan nada tenang, ia mengonfirmasi bahwa dirinya akan dilantik pada Kamis siang ini. “Saya akan dilantik menjadi KSP tapi nanti jelasnya setelah selesai dilantik,” ujar Listyo menjawab pertanyaan wartawan.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kesediaannya mengemban amanah sebagai pemimpin KSP, Listyo menyebut bahwa posisi tersebut merupakan sebuah kehormatan besar. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. “Itu kehormatan buat kita untuk bisa memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa,” kata Listyo dengan singkat namun penuh makna.
Posisi Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya dijabat oleh Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, yang dilantik pada 27 April 2026. Dengan demikian, Listyo Pimpin KSP Gantikan Dudung menjadi sorotan publik, terutama karena latar belakang Listyo yang merupakan perwira tinggi Polri. Peralihan ini menunjukkan dinamika politik dan kepercayaan Presiden Prabowo Subianto terhadap sosok Listyo yang dinilai memiliki integritas dan kapasitas mumpuni.
Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis yang sama, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto resmi disetujui sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Persetujuan tersebut diberikan setelah Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI pada hari yang sama. Proses ini merupakan bagian dari mekanisme konstitusional dalam pergantian pejabat publik di lingkungan kepolisian.
Uji kelayakan itu dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 mengenai usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri kepada pimpinan DPR. Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa Listyo diberhentikan dari jabatannya sebagai Kapolri karena sudah waktunya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pergantian tersebut merupakan bagian dari regenerasi dan penyegaran di tubuh institusi Polri.
Langkah Listyo untuk beralih ke KSP menandai sebuah perjalanan baru bagi seorang perwira yang sebelumnya dikenal sebagai Kapolri dengan berbagai program prioritasnya. Kantor Staf Presiden sendiri memiliki fungsi utama memberikan dukungan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan, termasuk memastikan program prioritas nasional berjalan efektif. Dengan pengalaman Listyo di kepolisian, diharapkan sinergi antara KSP dan berbagai lembaga negara semakin kuat.
Pengamat politik menilai bahwa penunjukan Listyo sebagai Kepala Staf Kepresidenan merupakan langkah strategis Presiden Prabowo untuk memperkuat tim inti di lingkaran istana. Listyo dianggap memiliki kemampuan manajerial dan loyalitas yang tinggi, sehingga mampu menjembatani berbagai kepentingan antarlembaga. Selain itu, Listyo Pimpin KSP Gantikan Dudung juga dipandang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Listyo selama memimpin Polri.
Meski demikian, tantangan yang akan dihadapi Listyo tidaklah ringan. KSP dituntut untuk mampu memberikan analisis cepat dan tepat terhadap berbagai isu strategis, mulai dari ekonomi, sosial, hingga keamanan. Koordinasi dengan kementerian dan lembaga menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas. Publik pun menantikan gebrakan apa yang akan dilakukan Listyo di posisi barunya ini.
Dengan latar belakang sebagai mantan Kapolri, Listyo diharapkan dapat membawa perspektif keamanan dan ketertiban dalam setiap kebijakan yang diambil. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menekankan stabilitas nasional sebagai fondasi pembangunan. Kehadiran Listyo di KSP diyakini akan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam mengawal program-program prioritas.
Selain itu, Listyo Pimpin KSP Gantikan Dudung juga menjadi bukti bahwa transisi kepemimpinan di lembaga negara berjalan dengan lancar dan sesuai koridor hukum. DPR sebagai lembaga legislatif telah memberikan persetujuannya, sehingga tidak ada keraguan mengenai legitimasi posisi Listyo. Kini, seluruh mata tertuju pada pelantikan yang akan digelar siang ini, dan bagaimana Listyo akan mengemban amanah baru tersebut.
Sebagai penutup, pergantian Kepala Staf Kepresidenan dari Dudung Abdurachman kepada Listyo Sigit Prabowo mencerminkan dinamika politik yang sehat dan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan sosok-sosok terbaik di jajaran inti. Listyo telah menyatakan kesiapannya untuk mengabdi, dan masyarakat berharap KSP di bawah kepemimpinannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Dengan pengalaman panjang di kepolisian, Listyo diharapkan mampu menjalankan tugas barunya dengan profesional dan penuh dedikasi, sejalan dengan semangat pengabdian yang selalu ia gaungkan.







