Beranda / Ekonomi

Pendapatan Retribusi Parkir Purworejo Tertekan oleh Belanja Online

Pendapatan Retribusi Parkir Purworejo Tertekan oleh Belanja Online
Pendapatan Retribusi Parkir Purworejo Tertekan oleh Belanja Online

Realita.ID – Pendapatan retribusi parkir di Kabupaten Purworejo mengalami penurunan yang signifikan, disebabkan oleh kalah saing dengan belanja online. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Purworejo, Agus Widiyanto, melalui Kepala Seksi Perparkiran, Ari Prasetyo, penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk cuaca yang tidak mendukung dan berkurangnya pengunjung di toko-toko fisik, terutama toko pakaian.

Dalam pernyataannya, Ari menjelaskan, “Toko pakaian saat ini mengalami penurunan pengunjung karena kalah dengan penjualan online. Hal tersebut tentu saja mempengaruhi penerimaan parkir.” Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang beralih ke belanja daring, sehingga berdampak pada jumlah kendaraan yang parkir di area publik.

Baca juga:

Meski mengalami penurunan target penerimaan parkir, Dishub Kabupaten Purworejo tetap optimis. Pihaknya memiliki tujuh rayon parkir yang terdiri dari lima rayon di Kecamatan Purworejo dan dua rayon di Kecamatan Kutoarjo. Jumlah juru parkir resmi yang terdaftar di Dishub adalah 226 orang, yang tersebar di 146 titik parkir di Purworejo dan 37 titik di Kutoarjo.

Jenis-jenis parkir yang dikelola oleh Dishub mencakup parkir tepi jalan umum (TJU) serta tempat parkir khusus di pasar-pasar seperti Pasar Baledono, Pasar Pagi Brengkelan, dan lainnya. Meskipun terdapat lokasi wisata yang dikelola oleh Dishub, seperti Goa Seplawan Kaligesing, pengelolaan parkir di beberapa lokasi lain diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Dalam upaya meningkatkan pendapatan retribusi parkir, Dishub Kabupaten Purworejo mengakui bahwa penggunaan sistem pembayaran elektronik berbasis QRIS masih belum maksimal. Ari menambahkan, “Masyarakat masih keberatan jika harus membayar parkir menggunakan QRIS.” Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak dishub untuk meningkatkan penerimaan di sisa tahun ini.

Baca juga:

Ari juga menyoroti bahwa pihaknya tidak dapat langsung memberikan sanksi kepada juru parkir yang melanggar aturan. Sebagai contoh, untuk jukir yang nakal, Dishub hanya dapat memberikan pembinaan dan peringatan hingga tiga kali sebelum langkah tegas diambil. Ini menunjukkan pendekatan yang lebih manusiawi dan edukatif dalam menangani masalah di lapangan.

Meski target penerimaan mungkin tertekan oleh kalah saing dengan belanja online, Dishub tetap berkomitmen untuk mengejar target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun. Dengan empat bulan tersisa, pihaknya berharap dapat menemukan solusi untuk meningkatkan kembali pendapatan retribusi parkir.

Dalam era digital yang semakin maju ini, penting bagi pemerintah daerah untuk beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat. Penurunan pendapatan retribusi parkir di Purworejo merupakan salah satu indikator bagaimana belanja online telah mengubah kebiasaan konsumen. Diharapkan, dengan strategi yang tepat, Dishub dapat mengatasi tantangan ini dan meningkatkan pendapatan di masa mendatang.

Baca juga:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Pendapatan Retribusi Parkir Purworejo Tertekan oleh Belanja Online

Pendapatan Retribusi Parkir Purworejo Tertekan oleh Belanja Online
Pendapatan Retribusi Parkir Purworejo Tertekan oleh Belanja Online

Realita.ID – Pendapatan retribusi parkir di Kabupaten Purworejo mengalami penurunan yang signifikan, disebabkan oleh kalah saing dengan belanja online. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Purworejo, Agus Widiyanto, melalui Kepala Seksi Perparkiran, Ari Prasetyo, penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk cuaca yang tidak mendukung dan berkurangnya pengunjung di toko-toko fisik, terutama toko pakaian.

Dalam pernyataannya, Ari menjelaskan, “Toko pakaian saat ini mengalami penurunan pengunjung karena kalah dengan penjualan online. Hal tersebut tentu saja mempengaruhi penerimaan parkir.” Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang beralih ke belanja daring, sehingga berdampak pada jumlah kendaraan yang parkir di area publik.

Baca juga:

Meski mengalami penurunan target penerimaan parkir, Dishub Kabupaten Purworejo tetap optimis. Pihaknya memiliki tujuh rayon parkir yang terdiri dari lima rayon di Kecamatan Purworejo dan dua rayon di Kecamatan Kutoarjo. Jumlah juru parkir resmi yang terdaftar di Dishub adalah 226 orang, yang tersebar di 146 titik parkir di Purworejo dan 37 titik di Kutoarjo.

Jenis-jenis parkir yang dikelola oleh Dishub mencakup parkir tepi jalan umum (TJU) serta tempat parkir khusus di pasar-pasar seperti Pasar Baledono, Pasar Pagi Brengkelan, dan lainnya. Meskipun terdapat lokasi wisata yang dikelola oleh Dishub, seperti Goa Seplawan Kaligesing, pengelolaan parkir di beberapa lokasi lain diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Dalam upaya meningkatkan pendapatan retribusi parkir, Dishub Kabupaten Purworejo mengakui bahwa penggunaan sistem pembayaran elektronik berbasis QRIS masih belum maksimal. Ari menambahkan, “Masyarakat masih keberatan jika harus membayar parkir menggunakan QRIS.” Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak dishub untuk meningkatkan penerimaan di sisa tahun ini.

Baca juga:

Ari juga menyoroti bahwa pihaknya tidak dapat langsung memberikan sanksi kepada juru parkir yang melanggar aturan. Sebagai contoh, untuk jukir yang nakal, Dishub hanya dapat memberikan pembinaan dan peringatan hingga tiga kali sebelum langkah tegas diambil. Ini menunjukkan pendekatan yang lebih manusiawi dan edukatif dalam menangani masalah di lapangan.

Meski target penerimaan mungkin tertekan oleh kalah saing dengan belanja online, Dishub tetap berkomitmen untuk mengejar target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun. Dengan empat bulan tersisa, pihaknya berharap dapat menemukan solusi untuk meningkatkan kembali pendapatan retribusi parkir.

Dalam era digital yang semakin maju ini, penting bagi pemerintah daerah untuk beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat. Penurunan pendapatan retribusi parkir di Purworejo merupakan salah satu indikator bagaimana belanja online telah mengubah kebiasaan konsumen. Diharapkan, dengan strategi yang tepat, Dishub dapat mengatasi tantangan ini dan meningkatkan pendapatan di masa mendatang.

Baca juga:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.