Nasional

Kafilah MTQ Nasional Mulai Berdatangan, 13 Venue di Jawa Tengah Siap Sambut Peserta

Daftar Isi
  1. Papua Barat Daya Tiba Lebih Awal
  2. 13 Venue dan Fasilitas Pendukung Disiapkan
  3. Momentum Mempererat Ukhuwah

Realita.ID – Semarang, Jateng — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI semakin dekat. Kafilah MTQ Nasional Mulai Berdatangan 13 Venue di Jawa Tengah Siap menjadi tuan rumah yang hangat bagi para peserta dari seluruh penjuru Tanah Air. Hingga Kamis, 10 September 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba di Bumi Jawa Tengah. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Stasiun Tawang, Kota Semarang.

Kabar mengenai Kafilah MTQ Nasional Mulai Berdatangan 13 Venue di Jawa Tengah Siap ini menjadi sinyal positif bahwa persiapan tuan rumah berjalan sesuai rencana. Taj Yasin, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran proses kedatangan para kafilah.

Baca juga:

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah, terbagi dari 12 provinsi,” ujar Taj Yasin saat menyambut rombongan kafilah Papua Barat Daya.

Papua Barat Daya Tiba Lebih Awal

Salah satu kafilah yang menarik perhatian adalah Papua Barat Daya. Rombongan tersebut tiba lebih dahulu, dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Ahmad Nausrau. Sementara itu, gubernur, ketua DPR, dan sekretaris daerah provinsi tersebut dijadwalkan menyusul pada Jumat.

Penyambutan berlangsung hangat. Setelah tiba, Taj Yasin dan Ahmad duduk berdampingan di ruang VIP Stasiun Tawang. Percakapan keduanya mengalir cair dengan beberapa bahasa secara bergantian, mulai dari bahasa Indonesia, Jawa, hingga Arab. Obrolan tersebut sesekali diselingi senyum dan tawa.

Kedekatan semakin terbangun ketika Ahmad menceritakan pengalaman pendidikannya di Al-Azhar, Mesir. Ia juga mengaku memiliki ikatan personal dengan Jawa Tengah karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Kabupaten Cilacap. Dalam bahasa Jawa, Ahmad menyebut kedatangannya kali ini tidak hanya untuk mendampingi kafilah, tetapi juga seperti pulang kampung.

“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih,” ujarnya, yang disambut senyum Taj Yasin.

Ahmad mengaku terharu karena disambut langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah bersama jajaran Pemprov. Menurutnya, penyambutan tersebut luar biasa dan di luar dugaannya.

Baca juga:

“Penyambutannya luar biasa. Saya sangat terharu dan senang. Tadi saya kira datang biasa-biasa saja, ternyata Pak Wagub langsung bersama para pejabat menjemput,” katanya.

13 Venue dan Fasilitas Pendukung Disiapkan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memastikan kesiapan penyelenggaraan. Sebanyak 13 lokasi disiapkan untuk pelaksanaan musabaqah dan kegiatan pendukung. Venue utama meliputi kawasan Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan kawasan PRPP.

Kesiapan lainnya mencakup penginapan bagi para kafilah dan kepala daerah, konsumsi, transportasi, keamanan, posko kesehatan, ambulans, tenaga kesehatan, hingga rumah sakit rujukan. Pemprov juga menyiapkan 15 unit bus untuk mendukung mobilitas kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu.

Setiap provinsi mendapatkan pendampingan khusus dari satu perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Tengah. Kafilah Papua Barat Daya, misalnya, didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan selama MTQ. Kami juga menawarkan kepada kafilah yang ingin berwisata karena sudah ada bus yang disiapkan,” jelas Taj Yasin, yang memimpin Jawa Tengah bersama gubernur Ahmad Luthfi.

Informasi terbaru mengenai Kafilah MTQ Nasional Mulai Berdatangan 13 Venue di Jawa Tengah Siap ini menunjukkan bahwa tuan rumah tidak hanya fokus pada perlombaan, tetapi juga kenyamanan para tamu.

Baca juga:

Momentum Mempererat Ukhuwah

“Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat,” tandas Ahmad.

Papua Barat Daya juga akan mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang. Ahmad menilai daya tarik Papua Barat Daya, termasuk Raja Ampat, dapat menjadi magnet bagi peserta dari seluruh Indonesia. Apabila disetujui pemerintah pusat, penyelenggaraan tersebut akan menjadi MTQ Nasional pertama di Tanah Papua.

Kehadiran jajaran pimpinan Papua Barat Daya menjadi bentuk dukungan penuh kepada kafilahnya. Para qari dan qariah sengaja datang lebih awal agar mempunyai waktu lebih panjang untuk beradaptasi dan memaksimalkan latihan sebelum perlombaan dimulai.

Dengan persiapan matang dan semangat kebersamaan yang tinggi, gelaran MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah diharapkan berjalan sukses. Kabar Kafilah MTQ Nasional Mulai Berdatangan 13 Venue di Jawa Tengah Siap ini menjadi bukti komitmen tuan rumah dalam menyajikan perhelatan akbar yang berkesan bagi seluruh peserta dari berbagai provinsi.

Ke depan, seluruh mata akan tertuju pada Semarang dan sekitarnya. Momentum ini bukan hanya tentang kompetisi, melainkan juga tentang memperkuat persatuan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah keberagaman bangsa.

Mungkin Anda Suka