Realita.ID – Dalam rangka tanamkan empati galang donasi korban gempa NTT, sebanyak 76 siswa dari SD 2 Adiwarno yang terletak di Kecamatan Mejobo, Kudus, telah melakukan aksi solidaritas untuk membantu warga yang terdampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi tersebut dilaksanakan dalam bentuk penggalangan donasi yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp376.000.
Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus, yang akan meneruskan bantuan tersebut langsung ke wilayah yang terkena dampak, khususnya di Flores. Plt. Kepala SD 2 Adiwarno, Eko Mardiana, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan uang, namun juga merupakan bagian penting dari pendidikan karakter siswa.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa ketika ada saudara kita yang tertimpa musibah, tidak cukup hanya prihatin. Kita harus bergerak membantu sesuai kemampuan. Meskipun secara nominal mungkin tidak besar, ketulusan dari setiap rupiah yang disisihkan anak-anak memiliki nilai karakter yang luar biasa untuk bekal mereka hingga dewasa,” ungkap Eko pada Rabu (2/9).
Penggalangan dana ini dikoordinasikan oleh salah satu guru, Ani Marini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara sukarela dan tanpa mematok jumlah nominal. Hal ini ditujukan agar siswa memahami bahwa aksi kemanusiaan tidak harus menunggu mereka kaya.
“Kontribusi kecil yang dikumpulkan bersama-sama ternyata bisa menjadi bantuan yang berarti bagi orang lain. Inilah esensi gotong royong yang kami bangun,” imbuhnya.
Gempa tektonik yang terjadi pada 15 Agustus lalu telah memberikan dampak yang sangat besar. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 21 Agustus, tercatat 83 korban jiwa, 986 orang luka-luka, dan lebih dari 110.000 warga terpaksa mengungsi. Sektor pendidikan menjadi salah satu yang paling parah terkena dampak, dengan kerusakan mencapai 5.521 ruang kelas, yang berdampak pada ratusan ribu siswa dan guru di NTT.
Baca juga: Kebakaran Besar Melanda TPA Putri Cempo Solo, Hampir Sentuh Perbatasan Karanganyar
Dengan bantuan logistik yang terus mengalir melalui titik distribusi di Labuan Bajo dan Maumere, donasi dari siswa SD 2 Adiwarno Kudus diharapkan dapat meringankan beban para korban serta menjadi simbol solidaritas antardaerah. “Kami berharap, kepekaan sosial ini melekat kuat dalam diri siswa dan terus dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Ani.

