Realita.ID – Masjid Al Ishlah Depok Gelar Salat Istisqa Doakan Hujan Berkah dan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda menjadi sorotan publik. Salat Istisqa dilaksanakan pada Sabtu pagi, 12 September 2026, di Masjid Al Ishlah, Grand Depok City, Dahlia Cluster, Kavling TNI AL, Depok. Kegiatan ini merupakan respons terhadap kekeringan dan krisis air yang melanda sebagian wilayah, sekaligus bentuk solidaritas terhadap jurnalis yang dilaporkan hilang saat bertugas di perairan Selat Sunda.
Salat Istisqa diimami oleh Ustaz Aceng Hayatul Mubarok, M.Ag. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk merenungkan berbagai musibah yang terjadi. Menurutnya, musibah harus menjadi momentum introspeksi, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat ikhtiar dalam menghadapi persoalan. Jamaah juga diminta memohon agar Allah menurunkan hujan yang bermanfaat, tidak menimbulkan mudarat, serta membawa keberkahan bagi kehidupan.
Ketua DKM Masjid Al Ishlah, Ren, menegaskan bahwa Salat Istisqa memiliki pesan penting dalam menjaga akidah. Ia mengingatkan bahwa umat Islam tidak perlu mencari jalan melalui dukun atau praktik yang mengarah pada kesyirikan. “Untuk mendatangkan hujan ataupun menghindari hujan tidak perlu melalui dukun. Kita berdoa dan berikhtiar kepada Allah. Salah satu ikhtiarnya adalah melalui Salat Istisqa,” ujarnya. Ren juga menekankan bahwa doa dapat berjalan seiring dengan ikhtiar ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti rekayasa cuaca yang dilakukan oleh para ahli. “Rekayasa cuaca bisa dilakukan oleh ahlinya sebagai ikhtiar. Tetapi kita tetap meyakini bahwa hasil akhirnya berada dalam izin dan kehendak Allah SWT,” tambahnya.
Pelaksanaan Salat Istisqa ini juga merespons imbauan MUI Kota Depok di tengah kondisi kekeringan. Selain memohon hujan, jamaah mendoakan jurnalis yang hilang di Selat Sunda agar segera ditemukan dalam keadaan selamat dan proses pencarian dimudahkan. Doa bersama ini menunjukkan kepedulian umat terhadap sesama, terutama bagi mereka yang berjuang di garis depan peliputan.
Masjid Al Ishlah Depok Gelar Salat Istisqa Doakan Hujan Berkah dan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda menjadi contoh nyata sinergi antara spiritualitas dan kepedulian sosial. Kegiatan ini bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas dan mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Dalam konteks kekeringan, Salat Istisqa menjadi oase spiritual yang menyejukkan hati masyarakat.
Ustaz Aceng Hayatul Mubarok dalam khutbahnya juga mengajak jamaah untuk tidak berputus asa. Ia menekankan bahwa setiap musibah mengandung hikmah. Kekeringan yang melanda harus disikapi dengan sabar, tawakal, dan ikhtiar maksimal. Selain berdoa, umat diajak untuk bijak dalam menggunakan air, menjaga lingkungan, dan saling membantu antarwarga yang terdampak.
Ren menambahkan bahwa doa dan ilmu pengetahuan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan selama tetap menempatkan Allah sebagai tempat memohon pertolongan. Ia mencontohkan upaya rekayasa cuaca yang dilakukan para ahli sebagai bentuk ikhtiar manusia, namun hasil akhir tetap diserahkan kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan prinsip tawakal yang mengajarkan keseimbangan antara usaha dan doa.
Salat Istisqa di Masjid Al Ishlah juga dihadiri oleh warga sekitar dan jamaah dari berbagai kalangan. Mereka khusyuk mengikuti rangkaian ibadah, berharap hujan segera turun membawa berkah. Tidak hanya itu, momen ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah islamiyah.
Dalam konteks kebencanaan, doa untuk jurnalis yang hilang di Selat Sunda menjadi pengingat akan risiko profesi jurnalis. Mereka yang bertugas di lapangan sering menghadapi bahaya demi menyampaikan informasi kepada publik. Dukungan doa dari masyarakat diharapkan dapat memberikan kekuatan moral bagi keluarga yang ditinggalkan dan mempercepat proses pencarian.
Masjid Al Ishlah Depok Gelar Salat Istisqa Doakan Hujan Berkah dan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kegiatan ini menginspirasi umat untuk terus berdoa, berikhtiar, dan peduli terhadap sesama.
Secara keseluruhan, Salat Istisqa di Masjid Al Ishlah menjadi momentum refleksi dan penguatan iman. Umat diajak untuk kembali kepada Allah dalam menghadapi kesulitan, tanpa melupakan usaha nyata. Semoga hujan berkah segera turun, dan jurnalis yang hilang dapat ditemukan dengan selamat. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa doa dan ikhtiar harus berjalan seiring, serta kepedulian terhadap sesama adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan.





