Realita.ID – KUDUS, Joglo Jateng – BUMDes Peganjaran Kudus Kembangkan Olahan Sate Kambing Dolper dari Hasil Ternak menjadi salah satu inovasi menarik yang dihadirkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Randu Gandeng Bersemi di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae. Melalui pengembangan ini, BUMDes berupaya meningkatkan nilai tambah dari hasil peternakan kambing yang dikelola secara mandiri, tidak hanya menjual kambing hidup, tetapi juga menawarkan produk makanan siap saji yang berkualitas.
Kepala Unit Usaha Domba, Durrohman, menjelaskan bahwa pihaknya membuka peluang untuk penjualan kambing sekaligus produk olahan. Dengan adanya permintaan, kambing yang telah dipelihara dapat diolah menjadi sate yang lezat. Unit usaha peternakan tersebut mulai dikembangkan sejak awal tahun 2024, ketika BUMDes mengawali usaha ini dengan jumlah 27 ekor indukan dan satu ekor pejantan. Kini, populasi ternak telah berkembang pesat menjadi sekitar 72 ekor.
Kambing jenis Dolper yang dipilih sebagai bibit unggul memiliki potensi yang baik untuk dijadikan sebagai daging. Proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan di desa. Dalam jangka panjang, BUMDes menargetkan populasi ternak ini dapat ditingkatkan hingga mencapai 90 ekor.
Baca juga: Infrastruktur Jalan Desa Langse Pati Kini Mulus Berkat Pengecoran Beton dari Bankeu Kabupaten
Peternakan ini dikelola secara langsung oleh BUMDes dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di RT 4 RW 1 Desa Peganjaran. Selain fokus pada peningkatan jumlah ternak, pengelolaan peternakan juga diarahkan untuk meminimalkan limbah. Kotoran kambing akan dimanfaatkan dan diolah menjadi kompos, yang dapat memberikan nilai tambah lebih bagi unit usaha ini.
Pemasaran produk olahan sate kambing dan ternak saat ini masih menyasar konsumen lokal di daerah Kudus. Konsep pengolahan kambing menjadi sate diharapkan dapat memperluas pasar dan memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati produk berbasis peternakan dari BUMDes. “Kami berharap hasil ternak ini tidak hanya dijual sebagai kambing, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk makanan. Jadi, ketika ada pesanan, kami bisa menyiapkan sesuai kebutuhan,” jelas Durrohman.
Pengembangan usaha BUMDes Randu Gandeng Bersemi tidak hanya berhenti pada peternakan kambing. Tahun ini, mereka juga merencanakan untuk melanjutkan pengembangan usaha di sektor perikanan, serta budidaya buah-buahan seperti jeruk dan jambu air. Inisiatif ini menunjukkan komitmen BUMDes untuk meningkatkan perekonomian lokal dan menyediakan berbagai pilihan bagi masyarakat setempat.
Baca juga: Prabowo ke Menteri: Pemimpin Harus Siap Dihujat, Tak Boleh Patah Semangat
Inovasi BUMDes Peganjaran Kudus Kembangkan Olahan Sate Kambing Dolper dari Hasil Ternak bisa menjadi contoh bagi desa lainnya dalam memanfaatkan sumber daya lokal, mengelola hasil pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan BUMDes di Desa Peganjaran dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang signifikan bagi warga.

