Realita.ID – Langkah nyata dalam menggerakkan roda perekonomian desa kembali dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal. Melalui program penghijauan yang dikombinasikan dengan penguatan ketahanan pangan, Pemkab Kendal Tanam 150 Pohon Sukun di Dusun Sono Ringinarum untuk Dorong Ekonomi Warga. Penanaman ini berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Dusun Sono, Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, dan menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat setempat.
Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial menanam pohon. Pemerintah Kabupaten Kendal memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan Dusun Sono sebagai kawasan sentra penghasil sukun. Dalam beberapa tahun ke depan, hasil panen sukun diharapkan tidak hanya dikonsumsi langsung, tetapi juga menjadi bahan baku utama bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat warga. Dengan demikian, Pemkab Kendal Tanam 150 Pohon Sukun di Dusun Sono Ringinarum untuk Dorong Ekonomi Warga menjadi pijakan awal transformasi ekonomi lokal yang berbasis potensi alam.
Bupati Kendal menegaskan bahwa penanaman 150 pohon sukun ini merupakan langkah pembuka untuk mengembangkan Dusun Sono sebagai dusun penghasil sukun. Ia meminta pemerintah desa turut mendukung pengembangan tersebut melalui program ketahanan pangan, sehingga penanaman sukun dapat diperluas hingga ke pekarangan rumah warga. “Harapannya Dusun Sono ini bisa menjadi dusun penghasil tanaman sukun yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian warga. Tiga sampai empat tahun lagi, warga bisa panen bersama dan kemudian tumbuh klaster-klaster UMKM untuk mengolah hasil sukun,” ujarnya.
Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bhakti Karang Taruna Kabupaten Kendal 2026. Selain Karta Menanam, rangkaian acara juga meliputi Goes to School dan Festival Karang Taruna. Sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan Karta Menanam di Dusun Sono. Mereka berasal dari pengurus Karang Taruna Kabupaten Kendal, Karang Taruna Kecamatan Ringinarum, Karang Taruna desa se-Kecamatan Ringinarum, serta anggota Karang Taruna Desa Tejorejo. Antusiasme para pemuda ini menunjukkan bahwa program Pemkab Kendal Tanam 150 Pohon Sukun di Dusun Sono Ringinarum untuk Dorong Ekonomi Warga mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaza Kenenza, menyampaikan bahwa Bulan Bhakti Karang Taruna 2026 diarahkan agar keberadaan organisasi kepemudaan tersebut dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Harapan kami masyarakat Kabupaten Kendal tahu bahwa Karang Taruna itu ada dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena Bulan Bhakti tahun ini kami arahkan lebih dekat dengan masyarakat,” katanya. Keterlibatan Karang Taruna menjadi kekuatan tambahan dalam memastikan keberlanjutan program penanaman sukun ini.
Dusun Sono dipilih karena memiliki lahan yang subur dan potensi agroklimat yang mendukung pertumbuhan pohon sukun. Sukun dikenal sebagai tanaman serbaguna yang relatif mudah dirawat, tahan terhadap cuaca ekstrem, serta memiliki siklus panen yang dapat dinantikan dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun. Dengan perawatan yang tepat, satu pohon sukun dewasa mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan buah setiap musim panen. Potensi inilah yang membuat Pemkab Kendal Tanam 150 Pohon Sukun di Dusun Sono Ringinarum untuk Dorong Ekonomi Warga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi desa.
Selain manfaat ekonomi, penanaman sukun juga berkontribusi pada perbaikan lingkungan. Pohon sukun berperan dalam menyerap karbon, menjaga kesuburan tanah, serta menyediakan naungan bagi tanaman lain di sekitarnya. Dengan demikian, program ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Warga Dusun Sono pun diharapkan dapat merawat tanaman ini secara bersama-sama agar hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang.
Pemerintah desa diminta segera menyusun rencana tindak lanjut, termasuk pendampingan teknis bagi warga dalam budidaya sukun dan pengolahan hasil panen. Pelatihan kewirausahaan bagi pemuda dan ibu rumah tangga juga menjadi bagian penting agar klaster UMKM yang dicita-citakan dapat terwujud. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin Dusun Sono akan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Kendal dalam mengembangkan komoditas lokal berbasis potensi wilayah.
Keberhasilan program Pemkab Kendal Tanam 150 Pohon Sukun di Dusun Sono Ringinarum untuk Dorong Ekonomi Warga akan sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Pemerintah kabupaten, pemerintah desa, Karang Taruna, kelompok tani, serta warga masyarakat perlu bersinergi menjaga tanaman dan mengembangkan produk olahan. Jika komitmen ini terjaga, dalam beberapa tahun ke depan Dusun Sono berpotensi menjadi ikon baru Kabupaten Kendal sebagai sentra sukun yang mandiri dan berdaya saing.
Pada akhirnya, langkah penanaman 150 pohon sukun ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan menanam harapan. Harapan akan masa depan ekonomi warga yang lebih sejahtera, lingkungan yang lebih hijau, dan generasi muda yang lebih produktif. Program Pemkab Kendal Tanam 150 Pohon Sukun di Dusun Sono Ringinarum untuk Dorong Ekonomi Warga menjadi bukti bahwa pembangunan yang menyentuh akar rumput dapat dimulai dari langkah sederhana namun berdampak besar.






