Nasional

Tim Riset MTsN 1 Banjarnegara Borong Penghargaan Ajang WSDG 2026 di Malaysia, Tiga Tim Sabet Gold Award

Tim Riset MTsN 1 Banjarnegara Borong Penghargaan Ajang WSDG 2026 di Malaysia, Tiga Tim Sabet Gold Award
Tim Riset MTsN 1 Banjarnegara Borong Penghargaan Ajang WSDG 2026 di Malaysia, Tiga Tim Sabet Gold Award

Realita.ID – BANJARNEGARA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan madrasah. Tim Riset MTsN 1 Banjarnegara Borong Penghargaan Ajang WSDG 2026 di Malaysia setelah tiga tim riset madrasah tersebut berhasil membawa pulang sederet penghargaan bergengsi pada kompetisi World Sustainable Development Goals Challenge (WSDG) 2026 yang digelar di Multimedia University Cyberjaya, Malaysia, pada 24 hingga 27 September 2026.

Kabar gemilang ini disampaikan langsung oleh Kepala MTsN 1 Banjarnegara, H. Yatiman, pada Senin (28/9/2026). Ia mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas perjuangan para siswa dan guru yang telah berkompetisi di panggung internasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan Tim Riset MTsN 1 Banjarnegara Borong Penghargaan Ajang WSDG 2026 di Malaysia menjadi bukti nyata bahwa budaya riset yang dibangun di lingkungan madrasah telah tumbuh kuat dan berdaya saing global.

Baca juga:

“Saya selaku kepala MTsN 1 Banjarnegara merasa bangga atas prestasi siswa kelas riset dan guru yang telah mengikuti lomba di ajang World Sustainable Development Goals Challenge (WSDGC) 2026 di Multimedia University Cyberjaya Malaysia 24-27 September 2026,” ujar Yatiman dengan penuh antusias.

Kontingen Madtsansa—sebutan akrab MTsN 1 Banjarnegara—menurunkan tiga tim yang terdiri atas satu tim guru dan dua tim siswa. Masing-masing tim membawa pulang penghargaan berkat penelitian yang mengangkat isu-isu strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, lingkungan, hingga pembangunan berkelanjutan.

Tim guru yang diketuai Musfiatul Muniroh berhasil meraih Gold Award sekaligus Special Educator Award. Sementara itu, tim siswa yang terdiri atas Tessa dan Gendis menyabet Gold Award serta Platinum Award lewat inovasi aplikasi NUTLENS. Tak ketinggalan, tim siswa beranggotakan Aida, Puan, dan Zaskia turut menyumbangkan Gold Award serta Sustainable Innovation Award.

Dominasi penghargaan yang diraih Tim Riset MTsN 1 Banjarnegara Borong Penghargaan Ajang WSDG 2026 di Malaysia menunjukkan kualitas riset yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketiga tim tersebut mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara dan membuktikan bahwa pelajar madrasah memiliki kapasitas untuk menghadirkan solusi inovatif bagi persoalan global.

Baca juga:

Koordinator Kelas Unggulan Riset, Hj. Tri Widayati, menambahkan bahwa torehan ini merupakan buah dari persiapan matang serta kesiapan mental para siswa saat tampil di panggung dunia. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang panjang dan disiplin tinggi.

Berikut rincian perolehan penghargaan kontingen MTsN 1 Banjarnegara pada WSDG 2026:

Tim Anggota Penghargaan
Tim Guru Musfiatul Muniroh (ketua) Gold Award, Special Educator
Tim Siswa I Tessa, Gendis Gold Award, Platinum Award (aplikasi NUTLENS)
Tim Siswa II Aida, Puan, Zaskia Gold Award, Sustainable Innovation Award

Yatiman berharap capaian emas yang diraih tim siswa maupun guru ini mampu menyulut motivasi seluruh peserta didik lainnya. Menurutnya, prestasi ini harus menjadi pemicu semangat agar semakin banyak siswa yang berani terjun ke dunia riset dan berkompetisi di tingkat internasional.

Lebih lanjut, keberhasilan Tim Riset MTsN 1 Banjarnegara Borong Penghargaan Ajang WSDG 2026 di Malaysia kian memperkuat komitmen sekolah dalam memupuk budaya inovasi. Pihak madrasah terus mendorong para siswa untuk berani membedah persoalan-persoalan lokal dan mengubahnya menjadi solusi yang berskala global.

Baca juga:

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi tema utama kompetisi. Isu pendidikan, kesehatan, pertanian, dan lingkungan yang diangkat para peserta merupakan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, sehingga riset mereka diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik semata, tetapi juga dapat diimplementasikan di lapangan.

Pencapaian ini juga menjadi cermin bahwa madrasah mampu menjadi laboratorium inovasi bagi generasi muda. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, siswa-siswi MTsN 1 Banjarnegara tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan solutif yang dibutuhkan di era global.

Ke depan, MTsN 1 Banjarnegara bertekad untuk terus mengirimkan delegasi dalam berbagai ajang riset internasional. Dukungan dari guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar tradisi prestasi ini dapat terjaga dan terus berkembang.

Dengan diraihnya berbagai penghargaan bergengsi tersebut, Tim Riset MTsN 1 Banjarnegara Borong Penghargaan Ajang WSDG 2026 di Malaysia tidak hanya mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Banjarnegara, tetapi juga mengangkat citra pendidikan madrasah Indonesia di kancah dunia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pelajar madrasah mampu bersaing, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Mungkin Anda Suka