Olahraga

Lionel Scaloni Siap Hadapi Era Baru Argentina Tanpa Messi, Kontrak Segera Diperpanjang

Daftar Isi
  1. Eksperimen Taktik di Lini Serang
  2. Kontrak Baru Semakin Dekat
  3. Tantangan Menggantikan Kepemimpinan Messi
  4. Masa Depan Walter Samuel

Realita.ID – Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, berada di pusat perhatian menjelang laga persahabatan melawan Bolivia di Stadion Mario Alberto Kempes, Cordoba, Rabu malam waktu setempat. Laga ini menjadi pertandingan pertama Argentina setelah kekalahan menyakitkan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, sekaligus awal dari masa transisi besar-besaran menyusul keputusan Lionel Messi gantung sepatu dari level internasional.

Keputusan Messi untuk pensiun dari timnas diambil tak lama setelah wafatnya sang ayah, Jorge Messi. Kehilangan La Pulga jelas menjadi pukulan telak bagi Argentina. Selama enam tahun terakhir, Messi berperan vital dalam torehan empat gelar internasional, termasuk trofi Piala Dunia di Qatar. Ia meninggalkan catatan impresif sebagai pemegang rekor penampilan dengan 207 laga dan 125 gol sepanjang sejarah timnas.

Baca juga:

Tugas Lionel Scaloni kini bukan sekadar mencari pengganti statistik gol dan assist, melainkan juga sosok pemimpin di lapangan. Tiga laga persahabatan pada jeda internasional akhir September hingga awal Oktober 2026 ini menjadi ajang eksperimen bagi Scaloni untuk menguji ketangguhan Argentina tanpa sang kapten.

Eksperimen Taktik di Lini Serang

Lini serang Argentina kini diproyeksikan bertumpu pada duet Julian Alvarez dan Lautaro Martinez, dengan dukungan Nico Paz yang diplot sebagai gelandang serang atau pemain nomor 10. Dalam sesi latihan terakhir, Scaloni terlihat mencoba Exequiel Palacios dan Alexis Mac Allister untuk mengisi poros tengah, sementara Franco Mastantuono masih menunggu kesempatan.

Di sektor pertahanan, posisi bek kanan tampaknya diisi oleh Agustin Giay, sedangkan di sisi kiri Facundo Medina dan Roman Vega bersaing ketat. Valentin Barco juga muncul sebagai alternatif, bersaing dengan Matias Soule yang kini bermain di Roma.

Scaloni menegaskan pentingnya adaptasi taktik dalam masa transisi ini. “Untuk itulah ada laga-laga seperti ini, untuk coba-coba. Kami akan mencari cara untuk bermain dengan gaya berbeda,” ujar Scaloni kepada ESPN. Meski ada perubahan komposisi, ia memastikan filosofi dasar tim tidak akan berubah drastis. Penguasaan bola tetap menjadi identitas utama, namun dengan penyesuaian agar tetap efektif.

Kontrak Baru Semakin Dekat

Di tengah transisi besar ini, masa depan Lionel Scaloni bersama Albiceleste mulai menemui titik terang. Kontraknya bersama timnas Argentina akan berakhir pada 31 Desember 2026, dan sebelumnya perpanjangan kontrak sempat diragukan menyusul kegagalan di final Piala Dunia.

Baca juga:

Namun, dalam konferensi pers sebelum laga melawan Bolivia, Scaloni menyatakan bahwa ada predisposisi dari kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan baru. “Predisposisi ada dari kedua pihak, kami baru mulai berbicara. Kami akan kembali membahasnya dalam beberapa hari ke depan. Tinggal mencapai kesepakatan,” ujarnya saat ditanya soal hasil pertemuannya dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia.

Scaloni menambahkan bahwa jika dirinya tidak melihat potensi untuk berkembang setelah kekalahan di final Piala Dunia dari Spanyol, maka tidak akan ada alasan untuk menegosiasikan kontrak baru. Ia juga membantah rumor soal tawaran untuk melatih River Plate, dan menegaskan tidak akan mendengarkan tawaran apa pun hingga kontraknya saat ini berakhir.

“Setelah final saya katakan bahwa kami harus berpikir dengan baik, tentu saja setelah momen yang selalu negatif itu. Saya harus memikirkan kembali aspek olahraga yang penting dan fundamental, tanpa melupakan aspek finansial. Saya melihat apa yang menanti di depan dan kami bersemangat dengan hal itu. Itulah yang membuat saya memutuskan ingin mencapai kesepakatan,” tambahnya.

Tantangan Menggantikan Kepemimpinan Messi

Mengenai tantangan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Messi, Lionel Scaloni menilai kelompok pemain yang tersisa memiliki potensi untuk mengompensasi kehilangan tersebut. “Di luar sosok pemainnya, apa yang ia hasilkan di dalam dan di luar lapangan adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat pada orang lain. Kami memiliki orang-orang yang bisa memberikan kepemimpinan dan, yang terpenting, mereka adalah orang-orang baik,” katanya.

Ia menegaskan tidak mencari pemimpin yang ditakuti, melainkan rekan setim yang positif. “Kami percaya ada orang-orang seperti itu dan bersama-sama kami bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Leo,” ucapnya. Soal kemungkinan Messi tampil di laga kedua melawan Burkina Faso pada 3 Oktober, Scaloni hanya berkomentar singkat, “Jika dia ingin datang bermain pada 3 Oktober, silakan.”

Baca juga:

Laga melawan Benin pada 6 Oktober nanti akan menjadi panggung perpisahan resmi Messi bersama seragam Albiceleste, menutup babak gemilang dalam sejarah sepak bola Argentina.

Masa Depan Walter Samuel

Di sisi lain, masa depan asisten setianya, Walter Samuel, masih menjadi tanda tanya. Scaloni mengakui bahwa sang asisten tengah mempertimbangkan berbagai tawaran dari luar negeri. Ia mengenang bagaimana Samuel pernah menolak tawaran Inter Milan untuk bekerja dengan Cristian Chivu demi bertahan bersama timnas hingga Piala Dunia.

“Selain sangat penting, dia adalah teman saya. Saya ingin yang terbaik untuknya. Jika dia ingin mengambil keputusan, itu adalah haknya,” kata Scaloni. Ia menambahkan bahwa pintu tetap terbuka bagi Samuel, meski kepergiannya akan menjadi kehilangan besar. Jika benar hengkang, Samuel akan mengakhiri siklus delapan tahun yang gemilang bersama staf pelatih Argentina, dengan torehan Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia Qatar 2022, dan Copa America 2024.

Dengan jadwal padat melawan Bolivia, Burkina Faso, dan Benin, Lionel Scaloni berada di persimpangan penting kariernya. Ia dituntut membuktikan bahwa Argentina mampu melangkah tanpa Messi, sekaligus memastikan era baru Albiceleste tetap kompetitif di panggung dunia. Semangat untuk terus bersaing, kata Scaloni, tetap membara. “Kami selalu akan berkompetisi, itu jelas bagi saya. Rasa lapar itu masih ada,” tutupnya.

Mungkin Anda Suka