Realita.ID – Klub raksasa Jerman, bayern München, kembali menunjukkan dominasinya di dunia sepak bola putri. Pada laga pekan keenam Bundesliga putri melawan Eintracht Frankfurt, Sabtu (3/10/2026), FC Bayern Frauen berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 di Stadion Brentanobad yang dipadati 5.750 penonton. Hasil ini memperpanjang rekor luar biasa mereka menjadi 48 pertandingan beruntun tanpa kekalahan di liga, sekaligus menjaga jarak dari para pesaing terdekat.
Gol tunggal kemenangan bayern lahir pada menit ke-18 melalui aksi pemain timnas Jerman, Klara Bühl. Berawal dari penyelamatan kiper Ena Mamutovic yang menghasilkan sepak pojok, serangan balik cepat membuahkan hasil. Bühl menerima umpan dari Sophie Proost, memenangkan duel lari melawan Paulina Krumbiegel, dan menyelesaikan peluang dengan dingin untuk mencetak gol ketiga musim ini. Gol tersebut membuat Frankfurt tampak terpukul, meski di babak kedua tuan rumah berusaha bangkit lewat peluang-peluang kapten mereka, Laura Freigang.
Sayangnya, kemenangan bayern itu ternoda oleh cedera yang menimpa kapten Giulia Gwinn. Pada menit ke-83, Gwinn terjatuh setelah kakinya tertekuk dan harus meninggalkan lapangan dengan kondisi pincang. Insiden ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi tim pelatih menjelang jadwal padat berikutnya.
Kiper bayern asal Islandia, Glódís Perla Viggósdóttir, juga menjadi sorotan. Ia tampil solid menjaga gawang dan mencatatkan clean sheet penting dalam laga puncak melawan tim peringkat kedua tersebut. Berkat kemenangan ini, bayern kini mengoleksi 18 poin dari enam pertandingan, unggul lima poin atas Frankfurt, sementara Wolfsburg berada di posisi ketiga dengan 12 poin dan masih menyimpan satu laga tunda melawan Hamburg.
Usai pertandingan, Klara Bühl mengaku senang dengan hasil yang diraih timnya. “Kami sangat bahagia dengan setiap kemenangan. Ini perasaan yang luar biasa dan memberi kami kepercayaan diri tambahan. Kami sangat bangga bisa memenangkan semua pertandingan ini secara beruntun,” ujarnya kepada ARD. Namun ia juga menyoroti efektivitas serangan tim. “Di sepertiga akhir kami belum cukup berbahaya, tetapi kami berlatih setiap hari untuk itu. Kami punya banyak peluang setengah matang dan harus mencoba mengubahnya menjadi peluang besar,” tambahnya.
Di sisi lain, manajemen bayern terus bergerak di bursa transfer. Klub dikabarkan memiliki klausul pembelian kembali untuk Maurice Krattenmacher senilai 7,5 juta euro, sementara klub lain harus membayar klausul pelepasan sebesar sembilan juta euro. Skema ini mengingatkan pada kesepakatan Noel Aseko, yang dibeli kembali dari Hannover 96 seharga 2,5 juta euro lalu dijual ke Eintracht Frankfurt dengan nilai 12-13 juta euro. Langkah cerdas ini membuka peluang keuntungan finansial sekaligus opsi memperkuat skuad di masa depan.
Sementara itu, nama Bayern juga mencuat dalam kebijakan pendidikan di Jerman. Pemerintah negara bagian Bavaria merencanakan penambahan enam jam pelajaran per pekan di sekolah dasar sebagai respons terhadap hasil studi PISA yang mengecewakan. Penambahan tersebut difokuskan pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Jerman, Olahraga, dan Musik, dengan estimasi kebutuhan sekitar 1.300 guru tambahan. Kebijakan ini menunjukkan bagaimana nama Bayern tidak hanya identik dengan sepak bola, tetapi juga dengan inovasi di berbagai sektor publik.
Dari sisi keamanan, kepolisian Bavaria juga menangani kasus unik di Bad Birnbach, Niederbayern. Dua pencuri gagal membawa kabur tenda atap mobil karena tinggi kendaraan mereka tidak diperhitungkan saat melintas di garasi bawah tanah. Tenda tersebut tersangkut di langit-langit dan jatuh kembali, memaksa pelaku melarikan diri tanpa hasil.
Dengan rentetan peristiwa ini, pekan pertama Oktober 2026 menjadi periode yang sibuk bagi nama Bayern—baik di lapangan hijau, ruang transfer, dunia pendidikan, hingga berita kriminal. Namun bagi para penggemar sepak bola, fokus utama tetap pada performa tim putri yang tak terbendung. Rekor 48 laga tanpa kalah adalah bukti konsistensi dan kualitas yang sulit ditandingi. Jika mampu menjaga momentum, gelar juara Bundesliga putri musim ini tampak semakin dekat dalam genggaman.








