Peristiwa

Bara dan Asap Masih Mengancam di TPA Jatibarang, Pemadaman Berlanjut

Realita.ID – Kebakaran besar yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, hingga kini belum sepenuhnya padam. Bara dan asap masih mengancam di TPA Jatibarang meskipun kobaran api utama sudah mulai mereda sejak Kamis (1/10/2026) siang. Peristiwa yang terjadi sejak Rabu (30/9/2026) itu diperkirakan telah menghanguskan area seluas hampir 10 hektare, meliputi Zona 1, Zona 2, hingga Zona 3.

Pantauan di lokasi pada Kamis pagi, kobaran api besar sudah tidak terlihat. Namun, asap putih dan abu-abu masih mengepul dari sejumlah titik bekas kebakaran. Petugas pemadam terus menyemprotkan air ke gunungan sampah untuk memastikan bara di bagian dalam benar-benar padam. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan dengan cepat. Kandungan gas metana yang tinggi di dalam timbunan sampah memungkinkan bara bertahan di bagian bawah dan kembali memicu api.

Baca juga:

Kepala Operasi dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan sekitar 50 personel masih dikerahkan untuk menangani kebakaran. “Masih terus kami lakukan penanganan. Sudah mulai padam, tidak besar apinya, yang tersisa hanya titik-titik kecil. Tapi asapnya masih tebal, mengepul,” ujar Tantri. Ditegaskan, proses pemadaman harus dilakukan hingga ke bagian dalam timbunan sampah. “Jadi ini juga harus disemprot air sampai dalam-dalamnya, keseluruhan. Butuh proses, jangka waktunya belum tahu, tapi kami terus usahakan, kami lakukan secepatnya. Mohon doa dari masyarakat,” katanya.

Di tengah proses pemadaman, petugas juga melakukan langkah darurat untuk memastikan ketersediaan air. Aliran sungai di sekitar lokasi dibendung agar pasokan air dapat dimanfaatkan selama proses pemadaman dan pendinginan. Hingga siang ini, petugas masih fokus menyisir titik-titik api serta menyiram bagian dalam timbunan sampah. Meski api utama telah mereda, potensi bara kembali memicu kebakaran masih menjadi perhatian. Petugas pun belum dapat memastikan kapan seluruh titik api dan bara di TPA Jatibarang benar-benar padam.

Baca juga:

Adapun dampak kebakaran tak hanya dirasakan petugas di lokasi. Warga di sekitar TPA Jatibarang juga mengeluhkan kabut asap dan bau sangit yang menyelimuti lingkungan mereka. Puji Utami, warga Sadeng, Kecamatan Gunungpati, mengaku ikut merasakan dampak kabut asap meski rumahnya berada cukup jauh dari TPA Jatibarang. “Pagi ini kabut asap, lumayan tebal. Cukup mengganggu. Indikator di air purifier saya juga merah,” katanya. Ia menyebut pengurus RT di lingkungannya telah menginstruksikan warga untuk mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. “Warga yang terdampak kabut sampai sesak napas diinstruksikan bisa langsung ke puskesmas,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan. Bara dan asap masih mengancam di TPA Jatibarang menjadi perhatian utama petugas dan warga sekitar. Pemerintah Kota Semarang diharapkan segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kebakaran serupa terulang, mengingat dampak kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan cukup signifikan. Selain itu, pengelolaan sampah yang lebih baik dan pemantauan gas metana secara berkala perlu ditingkatkan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait. Kondisi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di area TPA, terutama pada musim kemarau. Dengan demikian, bara dan asap masih mengancam di TPA Jatibarang harus menjadi prioritas bersama.

Baca juga:

Mungkin Anda Suka