Realita.ID – Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026 langsung menjadi sorotan pasar global. Pertanyaan soal harga iPhone 18 Pro pun membanjiri berbagai platform, seiring Apple kembali menegaskan posisinya di segmen ultra-premium. Di Amerika Serikat, iPhone 18 Pro 256 GB dibanderol mulai 1.199 dolar AS atau sekitar Rp21,1 juta (kurs Rp17.600), belum termasuk sales tax yang bervariasi di tiap negara bagian. Sementara itu, di Hong Kong, perangkat yang sama dijual 10.499 dolar Hong Kong atau sekitar Rp23,9 juta, menjadikannya salah satu pasar termurah di Asia. Sebaliknya, Turki mencatat harga tertinggi, mencapai 137.999 lira Turki atau setara Rp50,3 juta—hampir dua kali lipat harga di AS.
Perbedaan harga iPhone 18 Pro antarnegara dipengaruhi oleh nilai tukar, pajak, biaya impor, dan kebijakan distribusi Apple di masing-masing wilayah. Namun, tingginya harga tidak menyurutkan minat konsumen. Laporan Counterpoint Research mencatat penjualan seri iPhone 18 Pro di China pada tiga hari pertama penjualan (18–20 September 2026) naik 12 persen dibandingkan iPhone 17 Pro tahun lalu. Apple bahkan menguasai 33 persen pangsa pasar smartphone China pada pekan ke-38 2026, meski iPhone 18 Pro baru tersedia tiga hari di periode tersebut.
Analis Senior Counterpoint, Ivan Lam, menilai penundaan peluncuran iPhone 18 reguler menjadi salah satu pendorong konsumen beralih ke varian Pro. “Peluncuran iPhone 18 versi reguler yang tertunda mungkin mendorong sebagian konsumen untuk beralih ke seri Pro, sementara kenaikan harga lebih dari US$200 pada banyak model flagship Cina kemungkinan telah meningkatkan acuan harga di pasar,” ujarnya. Kenaikan harga flagship lokal memang membuat jarak dengan lini iPhone Pro semakin tipis, sehingga harga iPhone 18 Pro dinilai masih kompetitif.
Di sisi lain, Xiaomi 18 Pro Max tampil sebagai penantang serius. Ponsel ini mengusung Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, RAM hingga 16GB, dan baterai silicon-carbon 8.500 mAh dengan pengisian cepat 100W kabel serta 50W nirkabel. Kamera utamanya 200MP, lensa periskop 200MP dengan zoom optik 3,2x, dan ultrawide 50MP hasil kolaborasi dengan Leica. Fitur uniknya adalah layar sekunder 2,9 inci di modul kamera belakang untuk memantau notifikasi dan selfie. Xiaomi 18 Pro Max dibanderol sekitar 1.000 dolar AS atau Rp17,8 juta, selisih sekitar Rp5,4 juta dari iPhone 18 Pro Max yang dibanderol 1.300 dolar AS atau Rp23,2 juta.
iPhone 18 Pro Max sendiri ditenagai chipset A20 Pro fabrikasi 2nm, RAM 12GB, dan iOS 27. Baterainya 5.300–5.500 mAh dengan pengisian standar industri. Kamera belakangnya tiga modul 48MP dengan sensor-shift generasi kedua, bukaan variabel, dan perekaman video 4K/120fps, Dolby Vision HDR, serta ProRes RAW. Layar keduanya 6,9 inci LTPO OLED 120Hz, dengan kecerahan puncak 3.000 nits, sedikit di bawah klaim Xiaomi 4.000 nits. Keduanya memiliki sertifikasi IP68 dan bingkai aluminium, tetapi Xiaomi menambahkan Dragon Crystal Glass 3 serta layar mini di belakang.
Dari sisi warna, Apple menawarkan burgundy dan glacier untuk iPhone 18 Pro. Burgundy memberi kesan berani dan elegan, sementara glacier tampil bersih dan minimalis. Pilihan warna menjadi bagian dari keseruan menjelang pre-order, terutama bagi early adopters yang sudah merencanakan kapasitas dan model.
Pasar global sendiri masih menghadapi tekanan. IDC memperkirakan pengiriman smartphone dunia 2026 turun 16,7 persen menjadi sedikit di atas 1 miliar unit, kontraksi tahunan terdalam. Harga jual rata-rata diprediksi naik 27,6 persen menjadi US$581 akibat lonjakan biaya memori NAND dan DRAM yang naik lebih dari 300 persen secara tahunan. Meski demikian, Apple dikabarkan menyiapkan iPhone Duo lipat pada Oktober 2026.
Secara keseluruhan, harga iPhone 18 Pro mencerminkan strategi Apple yang tetap percaya diri di segmen premium. Dengan ekosistem solid, kualitas video profesional, dan loyalitas pengguna, Apple mampu mempertahankan posisi teratas meski harga lebih tinggi. Di sisi lain, Xiaomi menawarkan spesifikasi hardware lebih agresif dengan harga lebih terjangkau, menciptakan persaingan sehat yang menguntungkan konsumen. Bagi calon pembeli, perbandingan harga iPhone 18 Pro antarnegara dan versus rival menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan. Pada akhirnya, pilihan kembali kepada kebutuhan: ekosistem dan videografi Apple, atau inovasi hardware dan baterai jumbo Xiaomi.








