Realita.ID – JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI di Jawa Tengah menjadi panggung bagi semangat luar biasa dari para kafilah. Di tengah kondisi bencana NTT tetap semangat kirim kafilah MTQ 2026 di Jateng, membuktikan bahwa musibah tidak menyurutkan tekad untuk memasyarakatkan Alqur’an. Kafilah dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru saja dilanda gempa dahsyat pertengahan Agustus lalu tetap tampil dengan 80-an personel pada Pawai Ta’aruf yang digelar Sabtu, 12 September 2026.
Ketua Kafilah Provinsi NTT, Hamdan Saleh Batjo, menyatakan bahwa kondisi bencana NTT tetap semangat kirim kafilah MTQ 2026 di Jateng menjadi bukti nyata semangat ukhuwah islamiyah. “Sekalipun NTT mengalami bencana, tetapi semangat ukhuwah islamiyah untuk memasyarakatkan Alqur’an di seluruh Nusantara ini menjadi satu hal yang memekikkan semangat kafilah kali ini,” ujarnya di sela Pawai Ta’aruf di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.
Hamdan juga mengapresiasi sambutan hangat dari Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Pelayanan luar biasa dari seluruh panitia telah dirasakan kafilah NTT sejak tiba di Kota Semarang hingga mengikuti Pawai Ta’aruf. Termasuk sambutan langsung dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. “Kami memberikan apresiasi karena pelayanan yang luar biasa, tadi malam kami juga diterima oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Saya senang dengan penerimaan atau sambutan dari seluruh panitia dan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Semangat serupa juga ditunjukkan kafilah Kalimantan Utara. Di tengah kondisi bencana di Kalimantan, para kafilah menjadikannya sebagai motivasi dan lecutan semangat untuk mengikuti MTQN XXXI di Jawa Tengah. Event ini sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan merekatkan persaudaraan dengan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. “Alhamdulillah masyarakat Jawa Tengah ramah-ramah semua. Kita lihat bagaimana antusiasnya masyarakat menyambut event ini,” ujar Ketua LPTQ Kalimantan Utara, Sanusi.
Kemeriahan MTQ XXXI juga dirasakan masyarakat Kota Semarang dan daerah lain. Bahkan ada warga yang sengaja datang jauh-jauh dari luar kota dan provinsi untuk menyaksikan langsung gelaran MTQN kali ini. Di antaranya adalah Daeng Syawal yang datang bersama istri dan anak-anaknya. Ia ingin menyaksikan kemeriahan MTQN XXXI sekaligus bersilaturahmi dengan para guru yang hadir. Ia juga mendapatkan kesan mendalam dengan kebersihan dan keramahan Kota Semarang. “Alhamdulillah kita hadir untuk ikut memeriahkan MTQ Nasional di Semarang Jawa Tengah. Luar biasa dan sangat meriah, sangat senang sekali bahkan saya ajak anak-anak semua untuk menyaksikan seperti inilah MTQ Nasional itu,” ujar Daeng yang juga seorang qori, Muadzin Masjid Istiqlal, dan pengisi suara adzan salah satu stasiun televisi swasta nasional.
Agenda MTQ XXXI 2026 berlangsung 11-20 September. Rangkaian acara meliputi:
- 11-12 September: kedatangan kafilah, registrasi ulang, malam ta’aruf
- 12 September: pawai ta’aruf, pelantikan dewan hakim, orientasi dewan hakim, pembukaan pameran dan bazar, pembukaan MTQ Nasional ke-31
- 13-17 September: penyisihan seluruh cabang musabaqah
- 18 September: final seluruh cabang musabaqah
- 19 September: city tour, penutupan MTQ Nasional ke-31
- 20 September: berpulangan kafilah
Meski kondisi bencana NTT tetap semangat kirim kafilah MTQ 2026 di Jateng, hal ini menjadi inspirasi bagi daerah lain. Semangat pantang menyerah para kafilah menunjukkan bahwa nilai-nilai Alqur’an mampu menjadi kekuatan spiritual di tengah kesulitan. Jawa Tengah sebagai tuan rumah pun dinilai sukses memberikan pelayanan terbaik, menciptakan suasana kondusif bagi seluruh peserta.
Kondisi bencana NTT tetap semangat kirim kafilah MTQ 2026 di Jateng juga membuktikan bahwa MTQN bukan sekadar kompetisi, melainkan ajang silaturahmi nasional yang mempererat persaudaraan. Dukungan moral dan fasilitas dari panitia, pemerintah daerah, serta masyarakat Jawa Tengah menjadi energi positif bagi para kafilah untuk tampil maksimal.
Sebagai penutup, gelaran MTQN XXXI di Jawa Tengah telah menunjukkan bahwa semangat keagamaan mampu mengalahkan keterbatasan. Meskipun NTT dilanda bencana, tekad untuk hadir dan berkompetisi tetap menyala. Kondisi bencana NTT tetap semangat kirim kafilah MTQ 2026 di Jateng menjadi cermin ketangguhan dan kebersamaan anak bangsa. Diharapkan, momentum ini terus menginspirasi daerah lain untuk menjadikan Alqur’an sebagai pedoman hidup, sekaligus memperkuat persatuan Indonesia.






