Daftar Isi
Realita.ID – Warga Sadeng Desak PSEL-TPST TPA Jatibarang Segera Dibangun menjadi sorotan utama di Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Harapan tersebut muncul karena kondisi TPA Jatibarang yang dinilai semakin terbatas dalam menampung sampah. Warga berharap Pemerintah Kota Semarang segera merealisasikan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA Jatibarang. Selain mengatasi persoalan sampah, keberadaan fasilitas itu diharapkan membawa manfaat ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
Tokoh masyarakat Kelurahan Sadeng, Musdi, mengatakan warga sudah berulang kali mendengar rencana pembangunan TPST di wilayah Sadeng yang berada di sekitar TPA Jatibarang. Pemerintah, kata dia, juga telah melakukan sosialisasi terkait rencana tersebut. “Kami sudah mendapat info berulang kali dan sudah ada sosialisasi dari pemerintah terkait program tersebut. Kami sangat berterima kasih kalau memang ini akan disambung atau digabung untuk pengolahan dengan TPA Jatibarang,” ujar Musdi, Kamis (1/10/2026).
Ditegaskan, pembangunan TPST akan menjadi solusi sekaligus peluang baru bagi masyarakat. Terlebih, lahan di wilayah tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan secara optimal sebagai lahan pertanian maupun perkebunan. “TPA itu juga sudah sangat sempit atau pembuangannya terbatas. Kami akan berterima kasih kalau lokasi wilayah warga Sadeng ini akan digunakan untuk TPST,” tegasnya.
Musdi menilai, jika pembangunan tersebut benar-benar terealisasi, masyarakat sekitar dapat memperoleh peluang lapangan pekerjaan baru. Warga yang sebelumnya tidak dapat mengandalkan lahan untuk bercocok tanam berharap bisa mendapatkan alternatif mata pencaharian melalui keberadaan fasilitas pengolahan sampah. “Kami berharap karena lahan ini pun kalau dibuat pertanian juga tidak mungkin, ya kami akan berganti baru dengan lahan pekerjaan mungkin, bergabung dengan bekerja di wilayah pengolahan TPST ini. Warga wilayah ini sangat-sangat berharap sekali,” imbuhnya.
Harapan serupa disampaikan warga lainnya, Ratno. Ia mengaku menyambut baik rencana pembangunan tersebut karena dinilai dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Sadeng. “Saya sangat bersyukur sekali, karena akan menambah pekerjaan untuk warga masyarakat khususnya wilayah Sadeng,” kata Ratno. Kini warga Kelurahan Sadeng masih menunggu realisasi rencana pembangunan PSEL dan TPST di kawasan TPA Jatibarang. Selain berharap persoalan pengelolaan sampah dapat ditangani, warga juga menaruh harapan agar proyek tersebut membawa manfaat ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
Latar Belakang dan Kondisi TPA Jatibarang
TPA Jatibarang telah lama menjadi andalan utama dalam menampung sampah dari berbagai wilayah di Kota Semarang. Namun, kapasitasnya semakin menurun seiring bertambahnya volume sampah harian. Kondisi ini mendorong perlunya solusi pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Pembangunan PSEL dan TPST dianggap sebagai jawaban atas permasalahan tersebut. Fasilitas PSEL akan mengubah sampah menjadi energi listrik, sementara TPST akan menjadi tempat pengolahan sampah terpadu yang lebih ramah lingkungan. Warga Sadeng Desak PSEL-TPST TPA Jatibarang Segera Dibangun karena mereka melihat langsung dampak keterbatasan lahan pembuangan.
Harapan Warga dan Manfaat Ekonomi
Bagi warga Sadeng, pembangunan fasilitas ini bukan sekadar solusi lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi. Mereka berharap dapat dilibatkan sebagai pekerja, baik dalam proses konstruksi maupun operasional nantinya. Lahan di sekitar TPA yang selama ini kurang produktif untuk pertanian dapat dialihfungsikan menjadi kawasan industri pengolahan sampah. Dengan demikian, warga memiliki alternatif mata pencaharian yang lebih pasti. Beberapa warga mengaku siap mengikuti pelatihan jika diperlukan untuk menunjang keterampilan mereka. Dukungan warga terhadap proyek ini sangat besar, terlihat dari antusiasme dalam setiap sosialisasi yang dilakukan pemerintah.
Dukungan dan Tantangan Realisasi
Meski demikian, realisasi proyek PSEL dan TPST masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat dan daerah. Warga berharap tidak ada kendala teknis maupun administratif yang menghambat. Mereka juga meminta transparansi terkait jadwal pembangunan dan alokasi anggaran. Selain itu, aspek lingkungan harus menjadi perhatian utama agar teknologi yang digunakan tidak menimbulkan polusi baru. Sosialisasi yang berkelanjutan perlu dilakukan untuk memastikan warga memahami dampak dan manfaat proyek. Warga Sadeng Desak PSEL-TPST TPA Jatibarang Segera Dibangun agar persoalan sampah tidak semakin memburuk.
Peran Pemerintah dan Kolaborasi Multipihak
Pemerintah Kota Semarang diharapkan dapat menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan pengelolaan sampah nasional. Kolaborasi dengan investor dan penyedia teknologi juga diperlukan untuk mempercepat pembangunan. Selain itu, pendampingan kepada masyarakat sekitar perlu dilakukan agar mereka siap berpartisipasi. Program pelatihan kerja dan pemberdayaan ekonomi bisa menjadi paket pendukung proyek. Dengan begitu, keberadaan PSEL dan TPST tidak hanya menjadi infrastruktur, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal. Warga Sadeng Desak PSEL-TPST TPA Jatibarang Segera Dibangun karena mereka ingin melihat perubahan nyata di lingkungan mereka.
Kesimpulan
Warga Kelurahan Sadeng berharap besar agar pembangunan PSEL dan TPST di kawasan TPA Jatibarang segera terwujud. Fasilitas ini diyakini mampu mengatasi keterbatasan kapasitas TPA sekaligus membuka lapangan kerja baru. Dukungan warga sudah ditunjukkan melalui penerimaan terhadap sosialisasi yang dilakukan pemerintah. Kini, bola berada di tangan pemerintah untuk merealisasikan rencana tersebut. Jika terwujud, proyek ini tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Warga Sadeng Desak PSEL-TPST TPA Jatibarang Segera Dibangun menjadi cerminan harapan akan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.






