Nasional

Asesmen Dugaan Bullying Siswa SD Isriati Ungaran, Sekolah Diminta Perkuat Pengawasan

Daftar Isi
  1. Polisi Kedepankan Kepentingan Terbaik Anak
  2. Pelapor Tidak Menuntut Secara Materiil maupun Pidana
  3. Langkah Sekolah: Tambah Petugas Keamanan dan CCTV
  4. Pendampingan Psikososial dan Pertemuan Lanjutan
  5. Kesimpulan

Realita.ID – Kasus dugaan perundungan yang menimpa siswa kelas IV SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, kini memasuki tahap penanganan lintas sektor. Asesmen Dugaan Bullying Siswa SD Isriati Ungaran Sekolah Diminta Perkuat Pengawasan menjadi langkah awal yang diambil aparat kepolisian bersama dinas terkait, pihak yayasan, sekolah, serta orang tua atau wali murid guna mencari solusi terbaik tanpa mengabaikan hak dan perlindungan anak.

Pertemuan tersebut digelar di Aula Wisma Jateng, Jalan Letjen Suprapto, Ungaran, pada Rabu (30/9/2026). Forum ini merupakan tindak lanjut dari dugaan perundungan yang terjadi pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di salah satu ruang kelas IV sekolah Islam tersebut.

Baca juga:

Karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak, proses penanganan dilakukan secara hati-hati. Aparat mempertimbangkan kondisi psikologis, hak pendidikan, serta perlindungan anak dari dampak yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang mereka.

Polisi Kedepankan Kepentingan Terbaik Anak

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP M. Bodia Teja Lelana menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak semata berorientasi pada penyelesaian persoalan hukum. Menurutnya, memastikan anak-anak yang terlibat tetap mendapatkan perlindungan dan pendampingan adalah prioritas utama.

“Dalam penanganan dugaan perundungan ini, kami mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Karena pihak-pihak yang terlibat masih berusia anak, diperlukan pendekatan yang cermat, dengan memperhatikan kondisi psikologis, hak pendidikan, serta perlindungan anak dari dampak yang dapat memengaruhi tumbuh kembangnya,” ujar Bodia.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Semarang dalam pertemuan itu berkoordinasi dengan Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang beserta jajaran, ketua yayasan, kepala sekolah, guru, serta orang tua atau wali anak-anak yang terlibat.

Asesmen Dugaan Bullying Siswa SD Isriati Ungaran Sekolah Diminta Perkuat Pengawasan dilakukan untuk menggali kondisi anak, mengklarifikasi informasi dari masing-masing pihak, sekaligus membuka ruang komunikasi dan musyawarah. Tujuannya agar penyelesaian tetap memperhatikan hak seluruh anak yang terlibat.

Pelapor Tidak Menuntut Secara Materiil maupun Pidana

Dari hasil pertemuan dan asesmen awal, pihak pelapor menyatakan tidak akan mengajukan tuntutan materiil maupun pidana. Pihak pelapor juga berharap anaknya tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut, dengan catatan ada peningkatan evaluasi dan pengawasan.

Baca juga:

Sementara orang tua atau wali anak-anak yang terlibat berharap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan. Mereka juga meminta pengawasan terhadap siswa diperkuat selama proses pembelajaran berlangsung.

Harapan tersebut sejalan dengan semangat Asesmen Dugaan Bullying Siswa SD Isriati Ungaran Sekolah Diminta Perkuat Pengawasan yang menempatkan pemulihan situasi belajar sebagai bagian penting dari penyelesaian.

Langkah Sekolah: Tambah Petugas Keamanan dan CCTV

Pihak yayasan dan sekolah menyatakan telah melakukan sejumlah langkah setelah kejadian. Sekolah berencana menambah petugas keamanan yang berkeliling selama kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan jumlah kamera pengawas atau CCTV.

Selain itu, sekolah akan membentuk tim pencegahan kekerasan dan mengevaluasi sistem pengawasan serta mekanisme pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari respons nyata atas permintaan penguatan pengawasan.

Bodia menegaskan upaya mencegah kejadian serupa tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga dan lingkungan sekitar juga diperlukan agar setiap indikasi kekerasan terhadap anak dapat segera diketahui dan ditangani.

“Kami berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya bagi lingkungan sekolah dan keluarga, untuk meningkatkan pengawasan serta menanamkan nilai saling menghormati sejak dini,” katanya.

Baca juga:

Pendampingan Psikososial dan Pertemuan Lanjutan

Polres Semarang selanjutnya akan mengoordinasikan pertemuan lanjutan dengan para pihak dan dinas terkait. Pendampingan bersama DP3AKB juga akan dilakukan untuk mendukung kebutuhan psikososial anak.

Dengan demikian, penanganan tidak berhenti pada penyelesaian persoalan, tetapi juga memastikan kondisi emosional anak tetap mendapat perhatian. Pendekatan ini diharapkan mampu memulihkan rasa aman siswa sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan mereka.

Asesmen Dugaan Bullying Siswa SD Isriati Ungaran Sekolah Diminta Perkuat Pengawasan menjadi pengingat bahwa penanganan perundungan anak membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Sekolah, keluarga, aparat, dan dinas terkait perlu bergerak bersama agar kasus serupa tidak terulang.

Kesimpulan

Dugaan perundungan di SD Hj Isriati Moenadi Ungaran ditangani melalui asesmen lintas pihak yang mengutamakan kepentingan terbaik anak. Pelapor memilih jalur musyawarah tanpa tuntutan materiil maupun pidana, sementara sekolah berkomitmen menambah petugas keamanan, CCTV, dan tim pencegahan kekerasan. Pengawasan yang diperkuat, baik di sekolah maupun di rumah, menjadi kunci agar lingkungan belajar tetap aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Mungkin Anda Suka