Beranda / Nasional

Revitalisasi Ratusan Sekolah di Banjarnegara Dapat Suntikan Dana APBN Rp1,4 Miliar

Revitalisasi Ratusan Sekolah di Banjarnegara Dapat Suntikan Dana APBN Rp1,4 Miliar
Revitalisasi Ratusan Sekolah di Banjarnegara Dapat Suntikan Dana APBN Rp1,4 Miliar

Realita.IDBanjarnegara, Joglo Jateng – Dapat Suntikan Dana APBN hingga Rp1,4 Miliar, ratusan sekolah di Kabupaten Banjarnegara kini mulai menjalani proses revitalisasi. Sebanyak 113 satuan pendidikan yang mencakup jenjang PAUD, SD, dan SMP akan menerima bantuan dari program revitalisasi sekolah tahun 2026 yang digelontorkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dana ini akan dicairkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara, Doko Harwanto, menjelaskan bahwa dari 113 sekolah yang menjadi sasaran, rinciannya meliputi 40 PAUD, 56 SD, dan 17 SMP. Untuk jenjang SMP, dari kuota awal 20 sekolah yang ditetapkan oleh pusat, Dindikpora menyusun skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan yang terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dibandingkan dengan kondisi lapangan.

Baca juga:

“Dari data Dapodik muncul tingkat kerusakan setiap sekolah. Kemudian kami sandingkan dengan data faktual hasil observasi dan kunjungan ke sekolah-sekolah. Dari situ kami buat skala prioritas dari peringkat 1 sampai 20 sesuai kuota SMP,” ungkap Doko.

Setelah melakukan verifikasi teknis oleh Kemendikdasmen, penetapan dan pencairan dana untuk jenjang SMP dilakukan secara bertahap. Dari 20 sekolah yang diusulkan, sebanyak 17 SMP resmi terdaftar sebagai penerima bantuan. Saat ini, sembilan sekolah telah menerima transfer anggaran dan mulai mengeksekusi proyek revitalisasi mereka.

Jumlah dana yang diterima setiap sekolah bervariasi tergantung pada tingkat kerusakan yang ada, berkisar antara Rp236 juta hingga Rp1,4 miliar. Proyek revitalisasi ini menyebar merata di berbagai kecamatan, termasuk Kalibening, Pandanarum, Batur, Wanayasa, dan Sigaluh.

Baca juga:

Salah satu proyek dengan skala penanganan yang cukup besar terdapat di SMP Satu Atap 4 Pandanarum. Hingga saat ini, progres fisik revitalisasi di sekolah tersebut sudah mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai pada bulan Oktober mendatang.

Pengerjaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah dengan mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Sekolah diwajibkan membentuk panitia pembangunan yang melibatkan komite dan tokoh masyarakat setempat di bawah tanggung jawab kepala sekolah.

Doko menambahkan bahwa program perbaikan fisik ini sangat dibutuhkan mengingat masih banyaknya sekolah yang memerlukan pembenahan fasilitas. Pihaknya berharap alokasi bantuan dari pemerintah pusat dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Baca juga:

“Kalau harapan kami minimal bisa sampai 40-50 sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi. Namun karena keterbatasan anggaran pemerintah, akhirnya jumlahnya disesuaikan agar anggaran yang disiapkan bisa mencukupi,” pungkas Doko.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kondisi fisik sekolah-sekolah di Banjarnegara dapat semakin baik, sehingga memberikan kenyamanan yang lebih bagi siswa dalam menuntut ilmu. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Revitalisasi Ratusan Sekolah di Banjarnegara Dapat Suntikan Dana APBN Rp1,4 Miliar

Revitalisasi Ratusan Sekolah di Banjarnegara Dapat Suntikan Dana APBN Rp1,4 Miliar
Revitalisasi Ratusan Sekolah di Banjarnegara Dapat Suntikan Dana APBN Rp1,4 Miliar

Realita.IDBanjarnegara, Joglo Jateng – Dapat Suntikan Dana APBN hingga Rp1,4 Miliar, ratusan sekolah di Kabupaten Banjarnegara kini mulai menjalani proses revitalisasi. Sebanyak 113 satuan pendidikan yang mencakup jenjang PAUD, SD, dan SMP akan menerima bantuan dari program revitalisasi sekolah tahun 2026 yang digelontorkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dana ini akan dicairkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara, Doko Harwanto, menjelaskan bahwa dari 113 sekolah yang menjadi sasaran, rinciannya meliputi 40 PAUD, 56 SD, dan 17 SMP. Untuk jenjang SMP, dari kuota awal 20 sekolah yang ditetapkan oleh pusat, Dindikpora menyusun skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan yang terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dibandingkan dengan kondisi lapangan.

Baca juga:

“Dari data Dapodik muncul tingkat kerusakan setiap sekolah. Kemudian kami sandingkan dengan data faktual hasil observasi dan kunjungan ke sekolah-sekolah. Dari situ kami buat skala prioritas dari peringkat 1 sampai 20 sesuai kuota SMP,” ungkap Doko.

Setelah melakukan verifikasi teknis oleh Kemendikdasmen, penetapan dan pencairan dana untuk jenjang SMP dilakukan secara bertahap. Dari 20 sekolah yang diusulkan, sebanyak 17 SMP resmi terdaftar sebagai penerima bantuan. Saat ini, sembilan sekolah telah menerima transfer anggaran dan mulai mengeksekusi proyek revitalisasi mereka.

Jumlah dana yang diterima setiap sekolah bervariasi tergantung pada tingkat kerusakan yang ada, berkisar antara Rp236 juta hingga Rp1,4 miliar. Proyek revitalisasi ini menyebar merata di berbagai kecamatan, termasuk Kalibening, Pandanarum, Batur, Wanayasa, dan Sigaluh.

Baca juga:

Salah satu proyek dengan skala penanganan yang cukup besar terdapat di SMP Satu Atap 4 Pandanarum. Hingga saat ini, progres fisik revitalisasi di sekolah tersebut sudah mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai pada bulan Oktober mendatang.

Pengerjaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah dengan mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Sekolah diwajibkan membentuk panitia pembangunan yang melibatkan komite dan tokoh masyarakat setempat di bawah tanggung jawab kepala sekolah.

Doko menambahkan bahwa program perbaikan fisik ini sangat dibutuhkan mengingat masih banyaknya sekolah yang memerlukan pembenahan fasilitas. Pihaknya berharap alokasi bantuan dari pemerintah pusat dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Baca juga:

“Kalau harapan kami minimal bisa sampai 40-50 sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi. Namun karena keterbatasan anggaran pemerintah, akhirnya jumlahnya disesuaikan agar anggaran yang disiapkan bisa mencukupi,” pungkas Doko.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kondisi fisik sekolah-sekolah di Banjarnegara dapat semakin baik, sehingga memberikan kenyamanan yang lebih bagi siswa dalam menuntut ilmu. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.