Realita.ID – Jembatan Kaliombo di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, yang sempat rusak diterjang banjir kini dibangun lebih lebar dan kokoh. Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) memulai proyek perbaikan jembatan yang menghubungkan Desa Kaliombo bagian utara dan selatan tersebut. Tidak hanya mengganti bagian yang rusak, jembatan juga ditingkatkan konstruksinya menjadi beton bertulang dengan bentang lebih panjang serta lebar yang lebih memadai. Langkah ini menjadi bagian dari prioritas perbaikan infrastruktur tahun ini dengan alokasi anggaran lebih dari Rp350 juta.
Kepala DPU Taru Rembang Maryosa melalui Kepala Bidang Bina Marga Nugroho Tri Hutomo menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan setelah ditemukan kerusakan pada sejumlah bagian utama jembatan. Menurutnya, kondisi eksisting sudah cukup membahayakan pengguna jalan. “Kalau kondisinya kemarin, memang ketika kami cek itu sudah cukup membahayakan. Jadi abutment (kepala jembatan) dan pilar betonnya sudah mengalami kerusakan. Kemudian ini kami bongkar dan kami lakukan penggantian,” ujar Nugroho.
Perbaikan tidak hanya menyasar bagian yang rusak. Pemkab Rembang sekaligus meningkatkan konstruksi dengan menambah panjang bentang dan lebar jembatan. Material konstruksi juga diperbarui dari baja komposit menjadi beton bertulang. “Bentangnya bertambah panjang dan lebarnya juga bertambah. Karena kalau konstruksi lama itu kan menggunakan baja komposit, sudah cukup lama. Ini kami ganti dengan beton bertulang,” jelasnya. Dengan perubahan ini, jembatan yang sempat rusak diterjang banjir Jembatan Kaliombo di Sulang Rembang kini dibangun lebih lebar dan kokoh, sehingga diharapkan mampu menampung volume lalu lintas yang lebih besar dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
Warga sekitar menyambut positif perbaikan tersebut. Dinda, seorang warga yang tinggal di dekat lokasi, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sebelumnya semakin parah setelah diterjang banjir. Ukurannya yang sempit juga membuat akses warga kurang nyaman. “Dulu sudah rusak, kemudian ada banjir malah rusak. Kalau dulu sempit banget, ini senang sekali diperbaiki, apalagi ini kan jalan utama desa,” ungkapnya. Jembatan Kaliombo memang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat karena berada di jalur utama desa dan menjadi akses menuju Desa Sulang.
Proyek perbaikan ini menelan anggaran lebih dari Rp350 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Rembang. Pekerjaan meliputi pembongkaran struktur lama, penggantian abutment dan pilar beton, serta peningkatan dimensi jembatan. Dengan konstruksi beton bertulang, umur layanan jembatan diharapkan lebih panjang dibandingkan konstruksi baja komposit sebelumnya.
Peningkatan infrastruktur ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa. Akses jalan yang memadai akan memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan perekonomian warga. Selain itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama karena jembatan lama dinilai sudah tidak memenuhi standar keamanan.
Meski demikian, proses perbaikan tentu membutuhkan waktu. Selama masa konstruksi, warga diimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan. Pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu agar mobilitas warga segera pulih. Pengawasan mutu juga dilakukan secara berkala untuk memastikan hasil akhir sesuai spesifikasi.
Ke depan, Jembatan Kaliombo yang sempat rusak diterjang banjir Jembatan Kaliombo di Sulang Rembang kini dibangun lebih lebar dan kokoh diharapkan menjadi contoh penanganan infrastruktur yang responsif. Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan rutin aset publik, terutama di daerah rawan bencana. Dengan perbaikan ini, akses warga di Kecamatan Sulang dan sekitarnya akan lebih aman, nyaman, dan lancar.
Sebagai penutup, pembangunan Jembatan Kaliombo menunjukkan komitmen Pemkab Rembang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan. Sempat rusak diterjang banjir Jembatan Kaliombo di Sulang Rembang kini dibangun lebih lebar dan kokoh, memberikan harapan baru bagi warga akan konektivitas yang lebih baik. Diharapkan proyek serupa terus dilakukan di titik-titik kritis lainnya demi kesejahteraan masyarakat.








