Realita.ID – Rocky Gerung Resmi Gabung Rezim Jadi Anggota Wantimpres menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah tokoh nasional, termasuk Rocky Gerung, Sinta Nuriyah, dan M. Quraish Shihab, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat. Pelantikan ini menandai babak baru dalam karier politik Rocky Gerung yang selama puluhan tahun dikenal sebagai akademikus dan kritikus tajam penguasa. Keputusan Rocky Gerung Resmi Gabung Rezim Jadi Anggota Wantimpres sontak memicu beragam reaksi, mengingat reputasinya yang konsisten mengambil jarak dengan kekuasaan.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari pengangkatan 26 anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keppres, dan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam sumpahnya, para anggota berjanji setia kepada UUD 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan demi dharma bakti kepada bangsa dan negara.
Rocky Gerung bukanlah nama asing di jagat intelektual Indonesia. Ia dikenal sebagai filsuf, pengamat politik, dan intelektual publik yang kerap menyuarakan kritik pedas terhadap kebijakan pemerintah. Selama bertahun-tahun, ia menjadi suara oposisi yang vokal, terutama pada era pemerintahan sebelumnya. Kini, dengan Rocky Gerung Resmi Gabung Rezim Jadi Anggota Wantimpres, publik mempertanyakan apakah sikap kritisnya akan tetap terjaga atau justru melebur dalam struktur kekuasaan.
Selain Rocky Gerung, dua tokoh lain yang dilantik juga memiliki rekam jejak mumpuni. Sinta Nuriyah, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, adalah tokoh perempuan dan pejuang kemanusiaan yang aktif dalam pembelaan hak-hak perempuan serta dialog lintas iman. Sementara M. Quraish Shihab merupakan ulama dan cendekiawan Al-Qur’an yang pernah menjabat Menteri Agama pada 1998 serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir. Kombinasi ketiganya diharapkan mampu memberikan perspektif beragam bagi Presiden Prabowo.
Wantimpres sendiri memiliki peran strategis sebagai lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Keanggotaan Wantimpres diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden. Tugas utamanya adalah memberikan saran dan rekomendasi kepada Presiden, baik diminta maupun tidak, dalam rangka penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara. Dengan masuknya Rocky Gerung, dinamika di dalam Wantimpres diprediksi akan lebih hidup dan kritis.
Keputusan Rocky Gerung Resmi Gabung Rezim Jadi Anggota Wantimpres menuai pro dan kontra. Sebagian kalangan menilai langkah ini sebagai bentuk rekonsiliasi dan pengakuan atas kapasitas intelektual Rocky. Mereka berharap kritik-kritiknya dapat tersalurkan secara konstruktif di dalam sistem. Namun, tidak sedikit pula yang menilai bahwa Rocky telah ‘dikooptasi’ oleh kekuasaan, mengingat citranya sebagai oposan garis keras. Warganet pun ramai membahas perubahan haluan politiknya, dari pengkritik menjadi bagian dari rezim yang dulu ia kritik.
Pengamat politik menilai bahwa masuknya Rocky Gerung ke Wantimpres bisa menjadi strategi politik untuk meredam suara-suara kritis di luar pemerintahan. Dengan berada di dalam lingkaran istana, ruang gerak Rocky untuk mengkritik kebijakan pemerintah secara terbuka diprediksi akan menyempit. Meski demikian, ada pula yang optimistis bahwa Rocky akan tetap konsisten menyuarakan kepentingan rakyat melalui jalur formal sebagai anggota Wantimpres.
Terlepas dari pro dan kontra, pelantikan ini menegaskan bahwa Presiden Prabowo berupaya merangkul berbagai elemen, termasuk mereka yang sebelumnya berseberangan. Langkah ini sejalan dengan semangat pemerintahan inklusif yang mengedepankan kolaborasi lintas kelompok. Kehadiran Rocky Gerung di Wantimpres diharapkan mampu memperkaya proses pengambilan keputusan dengan sudut pandang kritis dan independen.
Bagi Rocky Gerung sendiri, keputusan ini tentu bukan tanpa risiko. Reputasi sebagai intelektual kritis yang selama ini melekat bisa terguncang jika ia dianggap tidak lagi mampu bersikap netral. Publik akan terus mengawasi setiap langkahnya, apakah ia akan menjadi ‘penasihat kritis’ atau sekadar pelengkap struktur kekuasaan. Yang jelas, Rocky Gerung Resmi Gabung Rezim Jadi Anggota Wantimpres telah mengubah peta perpolitikan nasional dan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai kalangan.
Dengan dilantiknya 26 anggota Wantimpres, Presiden Prabowo memiliki tim penasihat yang solid dan beragam. Ke depan, publik menantikan kontribusi nyata dari para anggota, termasuk Rocky Gerung, dalam merumuskan kebijakan yang pro-rakyat. Apakah langkah ini akan memperkuat pemerintahan atau justru menimbulkan polemik baru, waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, dinamika politik Indonesia kembali menghadirkan kejutan menarik untuk disimak.

![Rusia bakal bangun pabrik pemurnian bauksit di Kalimantan [titlebase], RI Siap Ketiban Durian Runtuh US$16 Miliar](https://www.realita.id/wp-content/uploads/2026/10/rusia-bakal-bangun-pabrik-pemurnian-bauksit-di-kalimantan-titlebase-ri-siap-ketiban-durian-runtuh-us16-miliar-320x200.webp)

