Hukum & Kriminal

Prabowo Turun Tangan, Bakal Panggil Kalapas Se-Indonesia Imbas Temuan Sel Mewah di Lapas Cibinong

Prabowo Turun Tangan, Bakal Panggil Kalapas Se-Indonesia Imbas Temuan Sel Mewah di Lapas Cibinong
Prabowo Turun Tangan, Bakal Panggil Kalapas Se-Indonesia Imbas Temuan Sel Mewah di Lapas Cibinong

Realita.ID – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan turun tangan langsung menangani persoalan yang tengah menjadi sorotan publik: temuan sel mewah di Lapas Cibinong. Langkah ini mencuat setelah Kepala Badan Pemasyarakatan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (Bappisus) Aris menyatakan bahwa Presiden Prabowo turun tangan, bakal panggil kalapas se-Indonesia imbas temuan sel mewah di Lapas Cibinong. Rencana pemanggilan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius membenahi sistem pemasyarakatan yang selama ini dinilai carut-marut.

“Nanti akan dipanggil oleh Bapak Presiden beberapa KL (Kementerian/Lembaga) yang terkait untuk mencari jalan yang terbaik,” ujar Aris di Stadion Pandanaran, Kabupaten Semarang, Selasa (29/9/2026). Pernyataan itu disampaikan di sela-sela kunjungan kerja, menegaskan bahwa Prabowo turun tangan, bakal panggil kalapas se-Indonesia imbas temuan sel mewah di Lapas Cibinong bukan sekadar wacana. Pemanggilan tersebut akan melibatkan sejumlah kepala lapas dan pejabat terkait untuk mencari solusi menyeluruh.

Baca juga:

Menurut Aris, temuan sel mewah di Lapas Cibinong menjadi pemicu untuk memperbaiki seluruh lapas di Indonesia. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa hampir 80 persen lapas di Tanah Air mengalami overcrowded atau overkapasitas. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya pembinaan yang memadai bagi warga binaan. “Hal ini akan menjadi trigger untuk memperbaiki seluruh lapas di Indonesia. Karena dari hasil dan data yang saya dapat, lapas di seluruh Indonesia ini overcrowded, over capacity (overkapasitas), kurang lebih 80 persen,” jelas Aris.

Persoalan kelebihan kapasitas tersebut, lanjut Aris, memerlukan solusi bersama yang melibatkan pemerintah pusat. Sejumlah kementerian dan lembaga terkait akan dilibatkan untuk mencari jalan keluar. Pembenahan ini dinilai mendesak agar program pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. “Sehingga asimilasi dan edukasi di lapas bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan overcrowded atau over capacity juga bisa dikurangi,” tambahnya.

Sementara itu, penyelidikan terkait kasus Lapas Cibinong masih terus dilakukan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Berbagai bukti yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus tersebut masih ditelusuri oleh jajaran Kemenimipas. Aris mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Ombudsman untuk mempercepat proses penyelidikan. “Penyelidikan terus dilakukan Kementerian Imipas. Kemarin saya juga sudah bicara, datang ke Ombudsman. Semua bukti-bukti dan semua hal yang diperlukan dalam penyelidikan sedang ditelusuri sama Dirjen dan Irjen dari Imipas,” ujarnya.

Ia berharap kasus ini dapat segera terungkap. “Semoga secepat-cepatnya bisa terungkap apa sebenarnya yang terjadi di Lapas Cibinong,” kata Aris. Terkait kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut, Aris menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan. Ia memastikan akan menindaklanjuti jika memang ditemukan unsur pidana. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan sel mewah tersebut.

Baca juga:

Isu sel mewah di Lapas Cibinong sendiri telah memicu kemarahan publik. Banyak pihak menilai bahwa fasilitas mewah di dalam lapas merupakan cerminan ketidakadilan dan lemahnya pengawasan. Temuan ini juga menjadi pukulan telak bagi citra lembaga pemasyarakatan yang seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan tempat istirahat bagi narapidana tertentu. Publik pun menanti langkah konkret Presiden Prabowo dalam merespons temuan ini.

Di sisi lain, beredar pula narasi hoaks di media sosial yang menyebut Presiden Prabowo menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Wakil Presiden menggantikan Gibran Rakabuming Raka. Narasi yang disertai foto hasil rekayasa itu dipastikan tidak benar. Hingga saat ini, Gibran Rakabuming Raka masih menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Prabowo. Mekanisme pergantian presiden atau wakil presiden di Indonesia diatur dalam UUD 1945 dan tidak bisa dilakukan melalui penunjukan langsung. Hal ini penting untuk diluruskan agar tidak menambah kebingungan di tengah masyarakat yang sedang menyoroti kinerja pemerintah, termasuk dalam menangani kasus Lapas Cibinong.

Kembali ke persoalan lapas, rencana Prabowo turun tangan, bakal panggil kalapas se-Indonesia imbas temuan sel mewah di Lapas Cibinong menjadi angin segar bagi upaya reformasi pemasyarakatan. Pemanggilan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan solusi jangka pendek, tetapi juga perbaikan sistem yang berkelanjutan. Pengawasan yang ketat, penambahan kapasitas, serta peningkatan kesejahteraan petugas lapas menjadi beberapa poin yang perlu diperhatikan.

Pengamat hukum menilai bahwa persoalan lapas di Indonesia memang sudah kronis. Overkapasitas yang mencapai 80 persen membuat banyak lapas tidak lagi layak huni. Kondisi ini diperparah dengan peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya yang kerap terjadi di dalam lapas. Oleh karena itu, kehadiran Presiden secara langsung dalam rapat koordinasi nanti diharapkan mampu memutus rantai permasalahan yang selama ini seolah tidak terselesaikan.

Baca juga:

Dengan Prabowo turun tangan, bakal panggil kalapas se-Indonesia imbas temuan sel mewah di Lapas Cibinong, publik berharap ada terobosan besar dalam tata kelola pemasyarakatan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci. Jika tidak, temuan serupa bisa terulang di lapas lain. Pemerintah juga didorong untuk segera mengumumkan hasil penyelidikan Lapas Cibinong secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi liar.

Sebagai penutup, kasus sel mewah di Lapas Cibinong telah membuka mata banyak pihak bahwa sistem pemasyarakatan Indonesia memerlukan pembenahan menyeluruh. Langkah Presiden Prabowo yang akan memanggil para kalapas se-Indonesia menjadi titik awal yang baik. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan agar reformasi di tubuh lapas dapat berjalan efektif. Kini, bola panas ada di tangan pemerintah untuk membuktikan komitmennya dalam menegakkan keadilan dan memperbaiki lembaga pemasyarakatan.

Mungkin Anda Suka