Realita.ID – KUDUS, Joglo Jateng – Desa Tumpangkrasak, yang terletak di Kecamatan Jati, kini mempersiapkan diri secara matang untuk mengikuti lomba Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat kabupaten. Dengan mengandalkan inovasi PROPERTI (Program Posyandu Berbasis Teknologi dan Informasi), Posyandu Tumpangkrasak bertekad untuk naik kelas dan memperkuat posisinya dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Inovasi PROPERTI yang diusung oleh Desa Tumpangkrasak memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan, pengelolaan informasi, dan mempererat hubungan dengan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Jati, Listriana Setyaningsih, menjelaskan bahwa pembinaan yang dilakukan bukan hanya untuk persiapan lomba, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat keberadaan dan manfaat Posyandu di masyarakat. “Lomba ini adalah ajang untuk menunjukkan dan mengembangkan eksistensi Posyandu di wilayah kami, agar lebih tepat sasaran dan mengarah pada perbaikan yang signifikan,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa Posyandu saat ini tidak hanya berkutat pada pelayanan kesehatan. Pelaksanaan lomba Posyandu 6 SPM memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan yang lebih komprehensif kepada masyarakat. “Posyandu harus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, tidak hanya terkait dengan kesehatan, tetapi juga pendidikan dan bidang lainnya,” jelas Listriana.
Desa Tumpangkrasak memiliki pengalaman yang cukup solid setelah sebelumnya meraih juara pertama dalam lomba Posyandu di bidang kesehatan. Dengan administrasi yang tertata dan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, desa ini siap untuk menghadapi lomba Posyandu 6 SPM dan juga agenda lomba 10 Program Pokok PKK. “Kami berharap dapat meraih juara lagi. Namun yang lebih penting, melalui kegiatan ini, semua kader, baik PKK maupun kader Posyandu, dapat lebih aktif berinteraksi dengan masyarakat dan berkoordinasi dengan pimpinan, sehingga semua berjalan seimbang mendukung program pemerintah daerah,” tambahnya.
Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko Saputro, juga menyatakan kesiapan desanya untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Desa ini telah mendapatkan pembinaan dari berbagai pihak, mulai dari kecamatan, pendidikan, kesehatan, Puskesmas, hingga Pokja IV. “Pengalaman positif kami dari lomba sebelumnya menjadi motivasi untuk melakukan pembenahan, baik dari administrasi, kegiatan kader, inovasi, maupun pelayanan kepada masyarakat,” jelas Sarjoko.
Baca juga: KUHP Nasional Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, Gantikan Hukum Pidana Kolonial Belanda
Rapat koordinasi dan pendampingan di Posyandu Pepaya RT 02 RW 05 merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan Desa Tumpangkrasak sebelum mengikuti tahapan penilaian lomba Posyandu 6 SPM tingkat kabupaten. Dengan dukungan lintas sektor, diharapkan Posyandu di Desa Tumpangkrasak tidak hanya mampu meraih prestasi dalam perlombaan, tetapi juga semakin optimal dalam memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

