Beranda / Nasional

Bupati Ngesti Nugraha Turun Tangan Atasi Kekeringan di Dusun Bulu dengan Kucurkan Air Bersih

Bupati Ngesti Nugraha Turun Tangan Atasi Kekeringan di Dusun Bulu dengan Kucurkan Air Bersih
Bupati Ngesti Nugraha Turun Tangan Atasi Kekeringan di Dusun Bulu dengan Kucurkan Air Bersih

Realita.IDDusun Bulu di Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kini menghadapi situasi darurat akibat kekeringan yang berkepanjangan. Kekeringan hingga beli air galon Bupati Ngesti Nugraha turun gunung kucurkan air bersih di Dusun Bulu menjadi langkah nyata dalam membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Selama empat bulan terakhir, wilayah ini mengalami kemarau panjang tanpa hujan yang membuat sumur-sumur kering dan retakan tanah terlihat di mana-mana. Mudrikah, seorang warga berusia 45 tahun, mengungkapkan betapa parahnya keadaan tahun ini. “Biasanya kami masih bisa mendapatkan air meskipun sedikit dari sumur masing-masing, tapi tahun ini sama sekali tidak ada,” ungkapnya saat menunggu bantuan air bersih.

Baca juga:

Dampak dari kekeringan ini membuat warga Dusun Bulu bergantung pada pasokan air bersih dari luar. Dalam satu hingga dua minggu terakhir, sudah ada enam tangki air bersih yang dikirim ke dusun tersebut. Namun, ketika pasokan darurat belum tiba dan air di rumah habis, warga terpaksa merogoh kocek untuk membeli air isi ulang seharga Rp5.000 per galon. Mengingat kebutuhan rumah tangga mencapai tiga galon per hari, Mudrikah harus mengeluarkan sekitar Rp15.000 setiap harinya.

Sementara itu, program Pamsimas yang ada di sekitar wilayah tersebut belum mampu menjangkau Dusun Bulu karena airnya sudah habis terserap di dusun-dusun tetangga. Menyikapi krisis ini, Pemerintah Kabupaten Semarang cepat tanggap. Pada Rabu (2/9/2026), Bupati Semarang H Ngesti Nugraha turun langsung ke Dusun Bulu bersama BPBD, PMI, Baznas, relawan, dan Forkopimcam Suruh untuk menyalurkan bantuan air bersih secara simbolis.

Dalam acara penyaluran bantuan air tersebut, warga Dusun Bulu tampak bersuka cita. Data dari Pemkab Semarang mencatat bahwa kekeringan telah meluas hingga 9 dari total 19 kecamatan di Kabupaten Semarang, berdampak pada 18 desa. Di Kecamatan Suruh, sebanyak 15 tangki air bersih telah disalurkan ke empat titik krusial, termasuk Dusun Bulu yang memiliki 123 kepala keluarga.

Baca juga:

Selain Dusun Bulu, daerah lain yang juga mendapatkan perhatian adalah Dusun Jambe (50 kepala keluarga), Dusun Jangglengan (141 kepala keluarga), dan Dusun Glagahombo di Desa Sukorejo (193 kepala keluarga). Secara keseluruhan, Pemkab Semarang melalui dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) APBD telah menggelontorkan 275 tangki air bersih ke berbagai wilayah terdampak.

Untuk mengatasi masalah kekeringan secara permanen, Bupati Ngesti Nugraha juga meninjau calon lokasi pengeboran di Dusun Bulu. Pemkab akan segera menerjunkan Tim Geolistrik untuk memetakan cadangan air tanah sebelum pengerjaan fisik sumur bor dimulai. “Jika titik ini berhasil lewat tes geolistrik, kami akan segera upayakan anggarannya baik dari APBD maupun CSR agar pengeboran bisa segera terlaksana dan kebutuhan air warga terpenuhi sepenuhnya,” tegas Ngesti.

Dengan langkah taktis ini, baik penyaluran air bersih secara darurat maupun rencana pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang telah lama menanti ketersediaan air bersih. Di tengah transisi musim ini, harapan akan pulihnya ketersediaan air bersih di Dusun Bulu semakin mendekati kenyataan.

Baca juga:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Bupati Ngesti Nugraha Turun Tangan Atasi Kekeringan di Dusun Bulu dengan Kucurkan Air Bersih

Bupati Ngesti Nugraha Turun Tangan Atasi Kekeringan di Dusun Bulu dengan Kucurkan Air Bersih
Bupati Ngesti Nugraha Turun Tangan Atasi Kekeringan di Dusun Bulu dengan Kucurkan Air Bersih

Realita.IDDusun Bulu di Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kini menghadapi situasi darurat akibat kekeringan yang berkepanjangan. Kekeringan hingga beli air galon Bupati Ngesti Nugraha turun gunung kucurkan air bersih di Dusun Bulu menjadi langkah nyata dalam membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Selama empat bulan terakhir, wilayah ini mengalami kemarau panjang tanpa hujan yang membuat sumur-sumur kering dan retakan tanah terlihat di mana-mana. Mudrikah, seorang warga berusia 45 tahun, mengungkapkan betapa parahnya keadaan tahun ini. “Biasanya kami masih bisa mendapatkan air meskipun sedikit dari sumur masing-masing, tapi tahun ini sama sekali tidak ada,” ungkapnya saat menunggu bantuan air bersih.

Baca juga:

Dampak dari kekeringan ini membuat warga Dusun Bulu bergantung pada pasokan air bersih dari luar. Dalam satu hingga dua minggu terakhir, sudah ada enam tangki air bersih yang dikirim ke dusun tersebut. Namun, ketika pasokan darurat belum tiba dan air di rumah habis, warga terpaksa merogoh kocek untuk membeli air isi ulang seharga Rp5.000 per galon. Mengingat kebutuhan rumah tangga mencapai tiga galon per hari, Mudrikah harus mengeluarkan sekitar Rp15.000 setiap harinya.

Sementara itu, program Pamsimas yang ada di sekitar wilayah tersebut belum mampu menjangkau Dusun Bulu karena airnya sudah habis terserap di dusun-dusun tetangga. Menyikapi krisis ini, Pemerintah Kabupaten Semarang cepat tanggap. Pada Rabu (2/9/2026), Bupati Semarang H Ngesti Nugraha turun langsung ke Dusun Bulu bersama BPBD, PMI, Baznas, relawan, dan Forkopimcam Suruh untuk menyalurkan bantuan air bersih secara simbolis.

Dalam acara penyaluran bantuan air tersebut, warga Dusun Bulu tampak bersuka cita. Data dari Pemkab Semarang mencatat bahwa kekeringan telah meluas hingga 9 dari total 19 kecamatan di Kabupaten Semarang, berdampak pada 18 desa. Di Kecamatan Suruh, sebanyak 15 tangki air bersih telah disalurkan ke empat titik krusial, termasuk Dusun Bulu yang memiliki 123 kepala keluarga.

Baca juga:

Selain Dusun Bulu, daerah lain yang juga mendapatkan perhatian adalah Dusun Jambe (50 kepala keluarga), Dusun Jangglengan (141 kepala keluarga), dan Dusun Glagahombo di Desa Sukorejo (193 kepala keluarga). Secara keseluruhan, Pemkab Semarang melalui dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) APBD telah menggelontorkan 275 tangki air bersih ke berbagai wilayah terdampak.

Untuk mengatasi masalah kekeringan secara permanen, Bupati Ngesti Nugraha juga meninjau calon lokasi pengeboran di Dusun Bulu. Pemkab akan segera menerjunkan Tim Geolistrik untuk memetakan cadangan air tanah sebelum pengerjaan fisik sumur bor dimulai. “Jika titik ini berhasil lewat tes geolistrik, kami akan segera upayakan anggarannya baik dari APBD maupun CSR agar pengeboran bisa segera terlaksana dan kebutuhan air warga terpenuhi sepenuhnya,” tegas Ngesti.

Dengan langkah taktis ini, baik penyaluran air bersih secara darurat maupun rencana pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang telah lama menanti ketersediaan air bersih. Di tengah transisi musim ini, harapan akan pulihnya ketersediaan air bersih di Dusun Bulu semakin mendekati kenyataan.

Baca juga:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.