Realita.ID – Klub Belgia KAA Gent menerima dua kabar yang saling bertolak belakang jelang jeda internasional bulan Oktober. Di satu sisi, KAA Gent mendapat kelegaan setelah striker mudanya, Josué Vergara, akhirnya memperoleh lampu hijau dari tim medis Federasi Sepak Bola Panama (FPF) untuk bergabung dalam sesi latihan bersama skuad senior Panama di Jepang. Namun di sisi lain, KAA Gent harus menerima pukulan setelah penyerang asal Swedia, Momodou Sonko, dipastikan absen memperkuat timnas U21 Swedia karena cedera.
Kabar baik datang dari Tokyo. Josué Vergara, penyerang berusia 19 tahun milik KAA Gent, dinyatakan fit setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis pada Jumat (2/10) waktu setempat. Sempat terjadi dinamika sebelum keputusan ini keluar. FPF awalnya mengklaim tidak menerima informasi medis yang diminta dari pihak klub, sehingga proses pemanggilan sempat terhambat. Manajemen KAA Gent kemudian diminta melepas sang pemain untuk terbang ke Jepang agar bisa dievaluasi langsung oleh staf medis Panama.
Vergara tiba di Tokyo pada 1 Oktober dan langsung menjalani tes. Hasilnya, departemen medis FPF menyatakan pemain kelahiran 2007 tersebut pulih dari gangguan otot yang dialaminya akhir September lalu. Cedera itu muncul setelah ia tampil penuh selama 90 menit dan mencetak gol dalam kemenangan 2-1 KAA Gent atas Standard de Lieja pada 18 September.
Dengan status fit, Vergara langsung mengikuti sesi latihan resmi Panama di Stadion Nasional Tokyo. Sesi berlangsung selama satu jam, dari pukul 10.00 hingga 11.00 waktu setempat, di bawah arahan pelatih kepala Thomas Christiansen. Pelatih asal Denmark itu memimpin 25 pemain dalam sesi tersebut.
Peluang Vergara mencatatkan debut resmi bersama timnas senior Panama kini terbuka lebar. Panama akan menghadapi Ekuador pada laga perebutan tempat ketiga Copa Kirin, Senin 5 Oktober 2026, di Stadion Nasional Tokyo, kick-off pukul 01.30 dini hari waktu Panama. Laga ini menjadi penutup tur Asia Panama sekaligus ajang pembuktian bagi sang pemain muda.
Perjalanan Vergara bersama Panama tidak lepas dari drama administrasi. FPF menuduh pihak klub tidak mengirimkan data medis yang diminta, sementara KAA Gent memilih mengirim pemainnya langsung ke Jepang agar bisa diperiksa secara mandiri. Keputusan ini terbukti tepat, karena hasil tes di Tokyo membebaskan Vergara dari segala keraguan.
Bagi KAA Gent, debut Vergara di level internasional akan menjadi nilai tambah tersendiri. Pemain yang dibeli dari FK Auda, klub kasta tertinggi Latvia, dengan biaya sekitar 2,5 juta euro pada Juli 2026 itu menandatangani kontrak lima tahun. Sejauh ini ia telah tampil 13 kali di semua kompetisi dengan catatan empat gol dan 1.019 menit bermain.
Di kompetisi domestik Belgia, Vergara mencatat tujuh penampilan dengan enam di antaranya sebagai starter, mengoleksi 532 menit dan tiga gol. Gol pertamanya lahir pada 9 Agustus saat KAA Gent mengalahkan Mechelen 2-0. Sementara di UEFA Conference League, ia menambah satu gol dari enam pertandingan dan 487 menit bermain.
Rekam jejaknya sebelum ke Belgia pun impresif. Bersama FK Auda, ia mencetak 14 gol dalam 20 pertandingan liga serta menyumbang tiga assist pada paruh pertama 2026. Produktivitas itu yang membuat KAA Gent berani menebusnya dan kini membuka jalan bagi debutnya bersama Panama.
Namun, kebahagiaan itu tidak datang sendirian. Di waktu yang hampir bersamaan, KAA Gent menerima kabar buruk dari Swedia. Momodou Sonko, penyerang muda Swedia berusia 21 tahun, dipastikan absen membela timnas U21 negaranya pada laga kualifikasi Piala Eropa melawan Polandia dan Makedonia Utara.
Federasi Sepak Bola Swedia mengonfirmasi bahwa Sonko menjadi salah satu dari enam pemain yang tidak tersedia karena cedera. Ia sudah melewatkan laga melawan Polandia pada Rabu lalu, dan dipastikan juga absen pada laga penutup melawan Makedonia Utara, 5 Oktober. Timnas U21 Swedia memanggil empat pemain baru sebagai pengganti.
Bagi Sonko, ini adalah pukulan telak. Ia sudah mengoleksi banyak pengalaman di level timnas muda Swedia, meski belum pernah mencatatkan caps bersama tim senior. Absennya di jeda internasional berarti ia kehilangan kesempatan berharga untuk menjaga momentum dan menambah menit bermain di level internasional.
Dampaknya juga terasa bagi KAA Gent. Sonko musim ini telah tampil tujuh kali di Jupiler Pro League dengan kontribusi dua gol dan dua assist. Angka itu menjadikannya salah satu opsi utama di lini serang Buffalo, julukan KAA Gent, yang tengah menikmati start kompetisi yang solid.
Sonko bergabung dengan KAA Gent pada Januari 2024 setelah pindah dari BK Häcken. Sejak itu, ia tumbuh menjadi andalan di lini depan. Kini, fokus tim pelatih beralih pada pemulihan kondisi sang pemain dan kapan ia bisa kembali memperkuat tim di kompetisi domestik.
Jeda internasional kali ini benar-benar menghadirkan dua wajah berbeda bagi KAA Gent. Vergara berpeluang mengukir momen bersejarah dengan debutnya bersama Panama, sementara Sonko harus menepi dan menonton rekan-rekannya dari pinggir lapangan. Situasi ini menuntut manajemen dan tim medis klub untuk cermat mengelola kebugaran pemain menjelang bergulirnya kembali kompetisi domestik.
Terlepas dari hasil akhirnya, dinamika ini menunjukkan bagaimana KAA Gent kini menjadi rumah bagi talenta-talenta muda dari berbagai belahan dunia. Vergara dari Panama dan Sonko dari Swedia adalah bukti nyata bahwa klub asal Kota Gent itu serius membangun proyek jangka panjang berbasis pemain muda potensial.
Semua mata kini tertuju pada Senin dini hari, ketika Vergara berpeluang mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain KAA Gent yang debut bersama Panama. Sementara itu, tim medis KAA Gent akan terus memantau kondisi Sonko agar bisa segera kembali merumput bersama Buffalo di Jupiler Pro League.




