Realita.ID – Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal, melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang untuk menyerap aspirasi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan bertajuk Audiensi dan Serap Aspirasi bersama Komunitas Semarang dalam Rangka Penguatan Penyelenggaraan Program JKN ini digelar pada Kamis (1/10) dan diikuti oleh empat komunitas yang merasakan langsung layanan JKN. Dalam kesempatan tersebut, Lula Kamal Serap Aspirasi Peserta JKN di Semarang menjadi momen penting untuk mengevaluasi kualitas penyelenggaraan dan pelayanan program kesehatan nasional.
Lula menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ruang untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai berbagai program dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan peserta JKN. Menurutnya, keberadaan program ini perlu dijaga bersama karena memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat. “BPJS Kesehatan milik rakyat jadi harus dijaga dan disayang. Jangan sampai kemudian jatuh sakit tidak memiliki perlindungan apapun,” ujarnya dengan tegas.
Dalam audiensi tersebut, Lula memaparkan bahwa lebih dari 280 juta penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN. Seluruh penduduk wajib terdaftar aktif, sedangkan pembiayaan bagi fakir miskin dan anak terlantar ditanggung melalui mekanisme yang dibayarkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa program ini dibangun dengan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat turut berkontribusi melalui pembayaran iuran rutin.
“Program JKN ibarat celengan, bagi peserta yang rajin membayar iuran akan menjadi celengan bagi peserta yang jatuh sakit. Bisa dibayangkan satu orang sakit jantung yang menanggung 3.000 orang sehat,” jelas Lula. Ia menambahkan bahwa biaya pelayanan kesehatan untuk penyakit tertentu maupun tindakan medis seperti cuci darah dapat sangat besar, sehingga perlindungan JKN menjadi sangat vital.
Lebih lanjut, Lula menegaskan bahwa Program JKN bukan sekadar sedekah, melainkan perjanjian rakyat Indonesia. Keberlangsungan program tidak hanya bergantung pada peserta yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi juga kontribusi peserta yang sehat melalui kepesertaan dan pembayaran iuran secara rutin. “Bukan sekadar sedekah namun perjanjian rakyat Indonesia, serta kontribusi dan peran peserta JKN yang sehat yang terus membayarkan iurannya,” tegasnya.
Untuk meningkatkan kemudahan akses layanan, BPJS Kesehatan menyediakan berbagai fasilitas digital bagi peserta. Salah satunya melalui aplikasi Mobile JKN dengan fitur antrean online, sehingga peserta dapat datang sesuai perkiraan waktu pelayanan tanpa harus mengantre sejak pagi. Selain itu, peserta yang memiliki keluhan terkait pelayanan dapat menghubungi petugas BPJS Satu! yang tersedia di rumah sakit. Kehadiran petugas tersebut diharapkan membantu peserta memperoleh informasi dan menyelesaikan kendala selama mengakses layanan JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Debbie Nianta Musigiasari, menjelaskan bahwa Program JKN merupakan program bersama yang dibangun dengan semangat gotong royong. Menurutnya, pengalaman nyata dari komunitas menjadi masukan penting untuk memperbaiki kualitas program. “Dengan menyampaikan pengalaman yang nyata pada serap aspirasi kali ini, semoga yang telah baik tetap berjalan dengan baik dan apa yang kurang dalam Program JKN ini dapat kami evaluasi untuk perbaikan ke depannya,” ucap Debbie.
Debbie juga menyoroti kehadiran komunitas Prolanis yang menunjukkan bahwa penyakit kronis dapat dikelola dengan baik sehingga peserta tetap dapat menjalani kehidupan dengan kualitas yang semakin baik. Ia berharap seluruh peserta JKN terus terdaftar aktif, dengan rutin membayarkan iuran atau mengaktifkan fitur autodebet iuran. Selain itu, pelaku usaha diharapkan senantiasa memberikan perlindungan JKN kepada pekerja dan anggota keluarganya sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan masyarakat.
Kegiatan Lula Kamal Serap Aspirasi Peserta JKN di Semarang ini menjadi bukti komitmen pemerintah dan BPJS Kesehatan dalam mendengarkan suara masyarakat. Berbagai masukan yang terkumpul akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan layanan ke depan. Partisipasi aktif dari komunitas, peserta, dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk memastikan Program JKN terus memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam sesi diskusi, beberapa peserta menyampaikan pengalaman positif mereka menggunakan layanan JKN, seperti kemudahan akses di fasilitas kesehatan dan program Prolanis yang membantu mengelola penyakit kronis. Namun, ada pula masukan terkait antrean dan informasi yang perlu ditingkatkan. Lula menampung semua aspirasi tersebut dan berjanji akan membawanya ke forum pengawasan untuk ditindaklanjuti.
Melalui kegiatan Lula Kamal Serap Aspirasi Peserta JKN di Semarang, diharapkan sinergi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat semakin kuat. Program JKN yang mengusung semangat gotong royong harus terus dijaga keberlanjutannya. Dengan kepesertaan aktif dan iuran yang tertib, perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud secara adil dan merata.
Sebagai penutup, partisipasi semua pihak sangat menentukan keberhasilan Program JKN. Mari bersama-sama menjaga dan menyayangi BPJS Kesehatan demi masa depan kesehatan bangsa yang lebih baik.






