Ekonomi

Baja Ringan Buatan Kendal Resmi Merambah Australia, Targetkan Nilai Ekspor Rp132 Miliar

Baja Ringan Buatan Kendal Resmi Merambah Australia, Targetkan Nilai Ekspor Rp132 Miliar
Baja Ringan Buatan Kendal Resmi Merambah Australia, Targetkan Nilai Ekspor Rp132 Miliar

Realita.ID – KENDAL – Kabar menggembirakan datang dari industri manufaktur Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Produk baja ringan buatan Kendal resmi merambah Australia, targetkan nilai ekspor Rp132 miliar. PT Auri Steel Metalindo pada Jumat (2/10/2026) melepas ekspor perdana sebanyak 60.000 batang produk jadi baja ringan ke Australia. Langkah ini menjadi tonggak sejarah bagi perusahaan sekaligus bukti bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di pasar global.

Direktur PT Auri Steel Metalindo, Auripallas Pramana, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Seluruh tim Auristeel tentu bangga karena hari ini produk yang kami produksi di Kendal bisa sampai ke Australia. Ini menjadi pencapaian penting bagi PT Auri Steel Metalindo dan sekaligus membuktikan bahwa perusahaan PMDN di Indonesia dapat tumbuh dan membawa produk dalam negeri ke pasar internasional,” ujarnya. Ekspor perdana ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar ke negara lain.

Baca juga:

Perusahaan menargetkan pengiriman hingga 6.000 ton per tahun dengan potensi nilai ekspor mencapai Rp132 miliar. Target ambisius ini sejalan dengan visi Auri Steel untuk terus mengembangkan kapasitas produksi dan meningkatkan daya saing produk di kancah global. Baja ringan buatan Kendal resmi merambah Australia, targetkan nilai ekspor Rp132 miliar menjadi bukti nyata bahwa industri dalam negeri semakin diperhitungkan.

Perjalanan Auri Steel dimulai sejak perusahaan didirikan pada 28 September 2016. Saat awal berproduksi, kapasitasnya sekitar 5 ton per hari. Kapasitas produksi kemudian meningkat hingga sekitar 120 ton per hari pada akhir 2022. Pertumbuhan perusahaan juga diikuti peningkatan investasi. Nilai investasi yang sebelumnya sekitar Rp180 miliar kini telah berkembang menjadi sekitar Rp1 triliun.

Penyerapan tenaga kerja turut meningkat signifikan. Dari sekitar tujuh pekerja pada 2016 dan sekitar 100 pekerja pada 2022, kini Auri Steel mempekerjakan sekitar 480 orang. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga sekitar 1.500 pekerja pada 2028. Hal ini menunjukkan bahwa ekspansi perusahaan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar.

Baca juga:

Executive Director Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengapresiasi langkah Auri Steel. “Pencapaian hari ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen terhadap kualitas, dan visi strategis Auri Steel. Terlebih lagi, PT Auri Steel Metalindo menjadi perusahaan PMDN pertama yang berhasil mengekspor produk jadi baja ke luar negeri,” ujarnya. Juliani juga menekankan bahwa selama ini ekspor sektor baja Indonesia banyak berupa bahan mentah atau produk setengah jadi. Oleh karena itu, ekspor produk jadi baja dari Kendal ke Australia menjadi bagian dari pengembangan produk dengan nilai tambah.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, turut memberikan apresiasi. “Ekspor perdana ini bukan hanya prestasi bagi PT Auri Steel Metalindo, tetapi juga bagi Kabupaten Kendal. Aktivitas ekspor ini berkontribusi langsung pada peningkatan devisa negara, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuktikan bahwa iklim investasi di Kendal sangat kondusif dan prospektif,” kata Dyah. Ia juga mengapresiasi komitmen perusahaan dalam mendukung penyerapan tenaga kerja lokal dan pelibatan UMKM.

Dyah berharap keberhasilan Auri Steel dapat mendorong perusahaan lain yang berada di KEK Kendal untuk mengembangkan produk dan memperluas pasar hingga mancanegara. “Pemerintah Kabupaten Kendal akan terus mendukung dan memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha agar dapat terus tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga:

Ekspor baja ringan buatan Kendal resmi merambah Australia, targetkan nilai ekspor Rp132 miliar ini menjadi angin segar bagi industri nasional. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan devisa negara, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baja global. Dengan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas, produk Indonesia semakin diperhitungkan di pasar internasional.

Ke depan, Auri Steel berencana memperluas pasar ke berbagai negara lain. Diversifikasi pasar menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara tujuan. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk agar dapat bersaing dengan produsen global. Dukungan dari pemerintah dan stakeholder terkait sangat diperlukan untuk menjaga momentum positif ini.

Dengan pencapaian ini, Kabupaten Kendal semakin dikenal sebagai pusat industri manufaktur yang berorientasi ekspor. Baja ringan buatan Kendal resmi merambah Australia, targetkan nilai ekspor Rp132 miliar menjadi bukti bahwa produk lokal mampu mendunia. Semoga langkah ini diikuti oleh perusahaan lain dan membawa nama Indonesia semakin harum di kancah internasional.

Mungkin Anda Suka