Beranda / Nasional

Sarasehan Kopi Slukatan: Kebangkitan Komoditas Lokal di Wonosobo

Sarasehan Kopi Slukatan: Kebangkitan Komoditas Lokal di Wonosobo
Sarasehan Kopi Slukatan: Kebangkitan Komoditas Lokal di Wonosobo

Realita.ID – WONOSOBO, Joglo Jateng – Sarasehan Kopi Slukatan Momentum Bangkitkan Produk Lokal menjadi acara yang dihadiri oleh para penggiat kopi dan Pemerintah Desa Slukatan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di kawasan Sumber Mata Air Mudal sebagai ungkapan syukur pascapanen serta sebagai langkah untuk menghidupkan kembali potensi komoditas kopi lokal yang terletak di lereng Gunung Bismo.

Kepala Desa Slukatan, Muhammad Saeku, mengungkapkan bahwa kopi merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi dari komoditas ini mengalami penurunan seiring dengan alih fungsi lahan pertanian menuju tanaman hortikultura. “Kebangkitan kopi Slukatan dimulai pada tahun 1992, namun mengalami penurunan karena beberapa faktor, terutama faktor ekonomi yang membuat pendapatan dari kopi tidak cukup menguntungkan,” jelas Saeku.

Baca juga:

Untuk memulihkan kembali sektor kopi, Pemdes Slukatan berinisiatif untuk memberikan bibit kopi secara gratis, hasil kerja sama dengan dinas terkait dan akademisi. Saat ini, luas lahan pertanian kopi tumpang sari di wilayah tersebut mencapai sekitar 20 hektare, dengan estimasi produksi mencapai 7 ton kopi setiap musim. Dengan langkah ini, pemerintah desa berharap kesejahteraan dan perekonomian warga dapat meningkat secara signifikan.

Ahmad Hafid, penggagas Desa Wisata Slukatan, menjelaskan bahwa pengembangan komoditas kopi juga mulai dipadukan dengan sektor pariwisata. Melalui paket wisata edukasi berbasis kerakyatan, seperti Paket Mangku Alam dan konsep live-in, mereka berupaya untuk memperkenalkan kopi Slukatan kepada lebih banyak orang. “Kami sedang mempersiapkan lahan kopi baru yang diharapkan dapat mendukung pasokan ceri bagi para penggiat kopi di daerah ini,” kata Hafid.

Keberadaan Sarasehan Kopi Slukatan Momentum Bangkitkan Produk Lokal ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan keberhasilan pascapanen, tetapi juga untuk membangun sinergi antara para pelaku usaha kopi, pemerintah, dan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi kebangkitan kembali industri kopi lokal yang selama ini terpinggirkan.

Baca juga:

Melalui sarasehan ini, para peserta juga diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kopi, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan produk lokal seperti Sukron Coffee Java Arabica Slukatan dan Kopi Lereng Bismo dapat lebih dikenal di pasar yang lebih luas.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga warisan budaya dan meningkatkan ekonomi lokal melalui produk yang berkualitas. Sarasehan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan sosial di antara para petani kopi dan penggiat, serta mendorong generasi muda untuk terlibat dalam pertanian kopi.

Dengan berbagai program yang telah dicanangkan, Pemdes Slukatan optimis bahwa Kopi Slukatan akan kembali menjadi primadona, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi konsumen dari luar daerah. Sarasehan Kopi Slukatan Momentum Bangkitkan Produk Lokal diharapkan menjadi langkah awal dalam pencapaian tujuan tersebut.

Baca juga:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Sarasehan Kopi Slukatan: Kebangkitan Komoditas Lokal di Wonosobo

Sarasehan Kopi Slukatan: Kebangkitan Komoditas Lokal di Wonosobo
Sarasehan Kopi Slukatan: Kebangkitan Komoditas Lokal di Wonosobo

Realita.ID – WONOSOBO, Joglo Jateng – Sarasehan Kopi Slukatan Momentum Bangkitkan Produk Lokal menjadi acara yang dihadiri oleh para penggiat kopi dan Pemerintah Desa Slukatan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di kawasan Sumber Mata Air Mudal sebagai ungkapan syukur pascapanen serta sebagai langkah untuk menghidupkan kembali potensi komoditas kopi lokal yang terletak di lereng Gunung Bismo.

Kepala Desa Slukatan, Muhammad Saeku, mengungkapkan bahwa kopi merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi dari komoditas ini mengalami penurunan seiring dengan alih fungsi lahan pertanian menuju tanaman hortikultura. “Kebangkitan kopi Slukatan dimulai pada tahun 1992, namun mengalami penurunan karena beberapa faktor, terutama faktor ekonomi yang membuat pendapatan dari kopi tidak cukup menguntungkan,” jelas Saeku.

Baca juga:

Untuk memulihkan kembali sektor kopi, Pemdes Slukatan berinisiatif untuk memberikan bibit kopi secara gratis, hasil kerja sama dengan dinas terkait dan akademisi. Saat ini, luas lahan pertanian kopi tumpang sari di wilayah tersebut mencapai sekitar 20 hektare, dengan estimasi produksi mencapai 7 ton kopi setiap musim. Dengan langkah ini, pemerintah desa berharap kesejahteraan dan perekonomian warga dapat meningkat secara signifikan.

Ahmad Hafid, penggagas Desa Wisata Slukatan, menjelaskan bahwa pengembangan komoditas kopi juga mulai dipadukan dengan sektor pariwisata. Melalui paket wisata edukasi berbasis kerakyatan, seperti Paket Mangku Alam dan konsep live-in, mereka berupaya untuk memperkenalkan kopi Slukatan kepada lebih banyak orang. “Kami sedang mempersiapkan lahan kopi baru yang diharapkan dapat mendukung pasokan ceri bagi para penggiat kopi di daerah ini,” kata Hafid.

Keberadaan Sarasehan Kopi Slukatan Momentum Bangkitkan Produk Lokal ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan keberhasilan pascapanen, tetapi juga untuk membangun sinergi antara para pelaku usaha kopi, pemerintah, dan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi kebangkitan kembali industri kopi lokal yang selama ini terpinggirkan.

Baca juga:

Melalui sarasehan ini, para peserta juga diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kopi, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan produk lokal seperti Sukron Coffee Java Arabica Slukatan dan Kopi Lereng Bismo dapat lebih dikenal di pasar yang lebih luas.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga warisan budaya dan meningkatkan ekonomi lokal melalui produk yang berkualitas. Sarasehan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan sosial di antara para petani kopi dan penggiat, serta mendorong generasi muda untuk terlibat dalam pertanian kopi.

Dengan berbagai program yang telah dicanangkan, Pemdes Slukatan optimis bahwa Kopi Slukatan akan kembali menjadi primadona, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi konsumen dari luar daerah. Sarasehan Kopi Slukatan Momentum Bangkitkan Produk Lokal diharapkan menjadi langkah awal dalam pencapaian tujuan tersebut.

Baca juga:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.