Nasional

Semarak Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Jateng Diikuti 46 Defile Keragaman Budaya Indonesia

Daftar Isi
  1. Drumband UNIMAR AMNI Membuka Pawai
  2. Antusiasme Warga Sepanjang Rute
  3. Tema “Gumreget Nyawiji” dan Pesan Persatuan
  4. Kafilah Papua Tengah Tampilkan Tujuh Suku
  5. Kepulauan Riau Angkat Tugu Bahasa
  6. Agenda MTQ Nasional XXXI 2026

Realita.ID – Jalanan Kota Semarang berubah menjadi panggung raksasa kebudayaan Nusantara pada Sabtu, 12 September 2026. Semarak Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Jateng Diikuti 46 Defile Keragaman Budaya Indonesia menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati sepanjang rute, menyaksikan iring-iringan penuh warna dari berbagai penjuru tanah air. Gelaran ini menjadi pembuka rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berpusat di Jawa Tengah.

Pawai yang menempuh rute sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota Semarang hingga Jalan Pahlawan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah itu diikuti sedikitnya 46 defile. Rombongan berasal dari provinsi peserta MTQ, kabupaten/kota di Jawa Tengah, serta sejumlah instansi dan lembaga. Beragam pakaian adat, ornamen budaya, musik tradisional, hingga atraksi drumband mewarnai sepanjang perjalanan.

Baca juga:

Drumband UNIMAR AMNI Membuka Pawai

Pawai diawali penampilan atraktif Drumband atau Korps Musik Taruna (Korsiktar) Universitas Maritim AMNI (UNIMAR AMNI) Semarang. Irama musik dan gerakan barisan yang kompak langsung menghidupkan suasana sebelum rombongan defile dari berbagai daerah melintas. Satu per satu defile kemudian menampilkan identitas daerah masing-masing, memadukan pakaian adat dan simbol budaya dalam satu iring-iringan yang memukau.

Tak hanya provinsi peserta MTQ, sejumlah daerah dan lembaga di Jawa Tengah turut memeriahkan pawai. Salah satunya defile Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang yang menampilkan perwakilan dari berbagai agama. Kehadiran mereka menjadi cermin keberagaman yang berjalan beriringan dalam kemeriahan MTQ Nasional di Jawa Tengah.

Antusiasme Warga Sepanjang Rute

Antusiasme masyarakat terlihat jelas di sejumlah titik sepanjang rute. Warga menyaksikan iring-iringan peserta, mengabadikan penampilan defile melalui ponsel, hingga memberikan sambutan hangat ketika rombongan melintas. Semangat Semarak Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Jateng Diikuti 46 Defile Keragaman Budaya Indonesia benar-benar terasa dari sorak-sorai dan tepuk tangan penonton.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang menyambut para peserta bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi antusiasme provinsi dan kabupaten/kota yang ikut dalam Pawai Ta’aruf. Menurutnya, dua hari sebelum kirab digelar, masih ada beberapa provinsi yang baru memastikan kehadiran, namun pada hari pelaksanaan seluruh peserta tampil luar biasa.

“Alhamdulillah kita bersyukur, dua hari sebelum kita laksanakan kirab ta’aruf ada beberapa provinsi yang baru. Akan tetapi pada hari ini kita bisa saksikan luar biasa, provinsi-provinsi ternyata mengirim untuk kirab ta’aruf ini,” kata Taj Yasin.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Yasin menyampaikan terima kasih kepada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang turut mengirimkan defile. Menurutnya, Pawai Ta’aruf menjadi ruang untuk memperlihatkan kebudayaan dan adat dari berbagai daerah, sekaligus mempertemukan keberagaman dalam satu momentum MTQ Nasional.

“Kita pengin menampilkan dari kebudayaan-kebudayaan, dari adat untuk bersatu padu membangun Indonesia ini dengan lewat MTQ Nasional, membumikan Al-Qur’an,” ujarnya.

Baca juga:

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menambahkan, kemeriahan pawai juga menunjukkan MTQ dapat menjadi ruang kebersamaan tanpa melihat perbedaan suku, ras, maupun agama. “Ini kita tahu, ini adalah sebuah keberkahan buat kita bersama, tidak melihat suku, ras, agama, semuanya kumpul, kita bersatu,” katanya.

Tema “Gumreget Nyawiji” dan Pesan Persatuan

Semangat kebersamaan itu tercermin dari tema defile yang dibawa Jawa Tengah, yakni “Gumreget Nyawiji”. Menurut Taj Yasin, tema tersebut menggambarkan keinginan untuk menjadi satu kesatuan dalam membangun Jawa Tengah, tanpa meninggalkan siapa pun.

“Jadi kita pengin satu menjadi satu kesatuan untuk membangun Jawa Tengah ini. Tidak melihat siapa-siapa, tidak ada yang ditinggalkan, kita ajak bersama-sama untuk maju,” ujar Taj Yasin.

Bagi para peserta, Pawai Ta’aruf bukan sekadar perjalanan menuju lokasi kegiatan. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah masing-masing kepada masyarakat. Semarak Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Jateng Diikuti 46 Defile Keragaman Budaya Indonesia pun menjadi ajang diplomasi budaya yang efektif.

Kafilah Papua Tengah Tampilkan Tujuh Suku

Kafilah Papua Tengah, misalnya, membawa sekitar 100 anggota dalam rombongan. Sebanyak 28 orang di antaranya mengikuti Pawai Ta’aruf dengan mengenakan pakaian adat dan membawa berbagai ornamen khas Papua Tengah. Ketua Kafilah Papua Tengah, Wahyu Budi Santoso, mengatakan rombongannya sengaja menampilkan pakaian adat dari Papua Tengah, termasuk simbol burung cenderawasih yang dikenal sebagai salah satu identitas khas Papua.

“Ya, dalam kegiatan pawai ta’aruf kami menampilkan pakaian adat-adat di Papua Tengah,” katanya.

Salah satu peserta dari Papua Tengah, Emi Titin Indrawati, menjelaskan pakaian dan perlengkapan yang dikenakan rombongan antara lain merepresentasikan kebudayaan Kabupaten Mimika dan sejumlah suku di Papua Tengah. “Ini pakaian baju adat Kamoro Amungme dari Papua Tengah, dan Damal dan sebagainya, tujuh suku di sana,” ujarnya.

Baca juga:

Ia juga menunjukkan sejumlah perlengkapan budaya yang dibawa dalam pawai, seperti tifa, topi Papua dengan ornamen khas, rumbai, serta tongkat. Emi mengaku terkesan dengan penyambutan yang diberikan Jawa Tengah kepada para kafilah. “Menurut saya ini sudah terprepare dengan baik dan memberikan kesan yang baik buat kita dari luar daerah tentunya. Alhamdulillah meriah,” katanya.

Kepulauan Riau Angkat Tugu Bahasa

Semangat serupa ditunjukkan Kafilah Kepulauan Riau. Dalam Pawai Ta’aruf, mereka membawa tema Tugu Bahasa sebagai simbol budaya dan sejarah bahasa Indonesia. Perwakilan Kafilah Kepulauan Riau, Sofyan Sulaiman, mengatakan Tugu Bahasa yang ditampilkan berkaitan dengan sejarah bahasa Melayu yang menjadi salah satu akar bahasa Indonesia.

“Kita dalam pawai karnaval ini menunjukkan Tugu Bahasa. Bahasa sebagai salah satu budaya nasional,” katanya.

Kafilah Kepulauan Riau sendiri mengirimkan 121 orang untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI, dengan seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan diikuti oleh kafilah tersebut. Sofyan mengapresiasi sambutan masyarakat Jawa Tengah yang menurutnya sangat antusias menyaksikan pawai dari berbagai provinsi. Menurut dia, kemeriahan Pawai Ta’aruf membuat masyarakat dapat melihat langsung keberagaman budaya dari berbagai penjuru Indonesia.

“Saya pikir masyarakat Jawa Tengah dengan event MTQ nasional ini sangat memberikan respon dan turut bergembira melihat setiap karnaval yang berasal dari setiap provinsi,” katanya.

Agenda MTQ Nasional XXXI 2026

MTQ Nasional XXXI 2026 berlangsung 11-20 September 2026 di Jawa Tengah. Berikut rangkaian agendanya:

  • 11-12 September: kedatangan kafilah, registrasi ulang, malam ta’aruf
  • 12 September: pawai ta’aruf, pelantikan dewan hakim, orientasi dewan hakim, pembukaan pameran dan bazar, pembukaan MTQ Nasional ke-31
  • 13-17 September: penyisihan seluruh cabang musabaqoh
  • 18 September: final seluruh cabang musabaqoh
  • 19 September: city tour, penutupan MTQ Nasional ke-31
  • 20 September: keberangkatan kafilah

Dengan rangkaian tersebut, Semarak Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Jateng Diikuti 46 Defile Keragaman Budaya Indonesia menjadi pembuka yang menggambarkan semangat persatuan. Pawai ini bukan hanya arak-arakan budaya, tetapi juga pesan bahwa Al-Qur’an dan keberagaman dapat berjalan seiring dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mungkin Anda Suka