Daftar Isi
Realita.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Pelantikan ini menandai babak baru bagi Syahganda, seorang aktivis yang pernah merasakan pahitnya dipenjara di Zaman Orba dan Jokowi, Syahganda kini pimpin Bakom Pemerintah. Ia menggantikan Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat posisi tersebut. Dalam upacara yang sama, Fadli Tri Hartono juga dilantik sebagai Wakil Kepala Bakom Pemerintah RI. Keduanya merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).
Perjalanan karier Syahganda di dunia pemerintahan tergolong unik. Sebelumnya, ia lebih dikenal sebagai sosok di luar lingkaran kekuasaan, bahkan sering menjadi kritikus tajam terhadap kebijakan pemerintah. Namun, kini ia dipercaya menjadi ujung tombak komunikasi pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Kisah hidupnya yang penuh liku, dari dipenjara di Zaman Orba dan Jokowi Syahganda kini pimpin Bakom Pemerintah, menjadi sorotan publik.
Jejak Aktivis Kritis Sejak Mahasiswa
Syahganda mulai dikenal sebagai aktivis kritis saat masih menempuh pendidikan di Jurusan Geodesi ITB pada tahun 1980-an. Ia aktif dalam forum diskusi Mahasiswa Student Center (MSC) ITB. Di forum itu, ia sering menyuarakan kritik terhadap kebijakan rezim Orde Baru. Bersama seniornya, Pramono Anung, yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta, dan Fadjroel Rachman, yang saat ini menjadi Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Syahganda menjadi salah satu motor penggerak diskusi kritis di kampus.
Akibat sikap kritisnya, Syahganda harus mendekam di penjara selama 10 bulan pada era Orde Baru. Tidak hanya itu, ia juga dikeluarkan (drop out) dari ITB. Pengalaman pahit ini tidak membuatnya surut. Justru, ia semakin vokal menyuarakan keadilan dan demokrasi.
Kritik di Era Jokowi dan Penjara
Memasuki era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Syahganda kembali menunjukkan sikap kritisnya. Kritik-kritiknya yang dinilai tajam terhadap pemerintahan Jokowi membuatnya berurusan dengan hukum. Pada Oktober 2020, ia ditangkap polisi bersama aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) lainnya, termasuk Jumhur Hidayat. Syahganda kemudian divonis penjara selama 10 bulan. Peristiwa ini menambah daftar panjang pengalaman dipenjara di Zaman Orba dan Jokowi Syahganda kini pimpin Bakom Pemerintah, sebuah ironi yang menarik untuk dicermati.
Meski demikian, hukuman tersebut tidak mematahkan semangatnya. Ia tetap aktif menyuarakan pendapat dan bergaul dengan berbagai kalangan. Kini, justru pemerintah yang mengangkatnya menjadi pejabat publik.
Pelantikan dan Tugas Baru
Syahganda dilantik bersama Fadli Tri Hartono, yang juga alumni ITB. Keduanya diharapkan menjadi “senjata” baru Presiden Prabowo dalam mengomunikasikan kebijakan, program, dan capaian pemerintah kepada masyarakat. Badan Komunikasi Pemerintah sendiri baru dibentuk pada 17 September 2025, dan Syahganda menjadi kepala ketiga yang menerima tongkat estafet kepemimpinan lembaga tersebut.
Dalam upacara pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat, Presiden Prabowo tampak didampingi sejumlah menteri. Syahganda dan Fadli mengucapkan sumpah jabatan di hadapan kepala negara. Publik pun menaruh harapan besar agar keduanya mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Tantangan ke Depan
Sebagai Kepala Bakom Pemerintah, Syahganda menghadapi tantangan berat. Ia harus mampu menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan cepat kepada publik. Terlebih, latar belakangnya sebagai aktivis kritis bisa menjadi nilai tambah dalam memahami aspirasi masyarakat. Namun, tidak sedikit yang menyoroti konsistensi sikapnya. Apakah ia akan tetap kritis atau justru menjadi bagian dari mesin komunikasi pemerintah?
Pengalaman dipenjara di Zaman Orba dan Jokowi Syahganda kini pimpin Bakom Pemerintah menjadi cerminan dinamika politik Indonesia. Dari seorang mahasiswa yang dikeluarkan, aktivis yang dipenjara, hingga akhirnya dipercaya memimpin badan komunikasi pemerintah. Perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa politik Indonesia penuh kejutan.
Kesimpulan
Pelantikan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI menandai transformasi dari aktivis kritis menjadi pejabat negara. Rekam jejaknya yang pernah dipenjara di Zaman Orba dan Jokowi Syahganda kini pimpin Bakom Pemerintah menjadi bukti bahwa dinamika politik nasional sangat dinamis. Tugas barunya menuntut kemampuan komunikasi yang handal dan integritas tinggi. Publik akan menantikan langkah-langkahnya dalam menyampaikan kebijakan pemerintah secara efektif dan transparan. Semoga pengalaman pahitnya menjadi modal berharga untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan rakyat.




